nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringkat Kemudahan Berusaha Indonesia Tetap di 73

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 15:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 25 20 2121703 peringkat-kemudahan-berusaha-indonesia-tetap-di-73-4H9gJdlHLj.jpg Laporan Keuangan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business Indonesia tetap berada di peringkat ke-73 dari 190 negara di dunia. Hal itu berdasarkan laporan Doing Business 2020 yang dirilis oleh Bank Dunia (World Bank).

Peringkat tersebut lebih rendah dari negara Asia lainnya. Singapura tercatat tetap bertahan menduduki peringkat ke-2, Malaysia mengalami peningkatan dari peringkat ke-14 di laporan sebelumnya, kini menjadi ke-12.

Baca Juga: Peringkat Kemudahan Berusaha RI Turun, Kepala BKPM: Kita Kehilangan Fokus

Thailand juga mengalami peningkatan menjadi peringkat ke-21 dari sebelumnya 27, begitu pula dengan China yang naik dari peringkat 46 menjadi 31. Vietnam tercatat di peringkat ke-70, menurun dari sebelumnya di peringkat ke-69.

Dalam laporan tersebut, meskipun peringkat Indonesia di laporan 2019 dan 2020 tetap sama, namun ada perbaikan skor yakni menjadi 69,6 dari skor sebelumnya sebesar 67,96. Peningkatan skor tersebut didorong perbaikan sejumlah sektor yang mendukung kemudahan berinvestasi.

grafik

Bank Dunia mencatatkan ada 5 hal perbaikan yang dilakukan Indonesia. Pertama, Indonesia, khususnya soal berinvestasi di Jakarta, telah mempermudah proses memulai bisnis dengan memperkenalkan platform online untuk lisensi bisnis dan mengganti salinan cetak dengan elektronik sertifikat.

Kemudian ada kemudahan berbisnis daerah lainnya yakni di Surabaya, di mana terdapat akses listrik yang telah mengalami kemajuan. Pasokan listrik meningkat menyusul adanya perbaikan dan pemeliharaan jaringan listrik. Kota tersebut juga telah memiliki pembangkit listrik dengan kapasitas yang lebih tinggi.

"Indonesia juga telah membuat pembayaran pajak menjadi lebih mudah karena menerapkan sistem pengisian secara online, juga adanya pengenalan sistem baru untuk wajib pajak. Reformasi pajak ini berlaku untuk Jakarta dan Surabaya," demikian tertulis dalam laporan seperti dikutip Okezone, Jumat (25/10/2019).

grafik

Selain itu, Bank Dunia juga melihat perdagangan lintas batas (ekspor-impor) Indonesia menjadi lebih mudah. Hal itu ditandai dengan peningkatan pemrosesan dokumen ekspor secara online yang berlaku baik di Jakarta maupun Surabaya.

"Indonesia, baik di Jakarta dan Surabaya, juga mempermudah kegiatan bisnis setelah pemerintah memperkenalkan sistem manajemen untuk para penegak hukum," tulis laporan tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini