nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Budi Gunadi Bereskan Investasi Saudi Aramco, Tiko Soal Jiwasraya

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 26 Oktober 2019 19:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 26 278 2122144 budi-gunadi-bereskan-investasi-saudi-aramco-tiko-soal-jiwasraya-bFBhgOhXkF.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan bahwa pihaknya akan menugaskan Wakil Menterinya untuk menindaklanjuti investasi Saudi Aramco, pada proyek Kilang Cilacap.

Menurutnya, Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin akan mendapat tugas melindaklanjuti investasi Saudi Aramco pada kilang Cilacap. Sedangkan Kartika Wirjoatmodjo akan mendapat tugas mengurusi ‎Jiwasraya yang sedang bermasalah.

"Jadi, secara brief saya sudan bilang Pak Tiko ini ada isue mengenai Jiwasraya. Sementara Pak Budi ini ada investasi dari Saudi aramco yang bisa USD3 miliar," ujar dia di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Menurut dia, investasi Saudi Aramco pada kilang Cilacap yang mandek harus ditindaklanjuti‎. Tapi untuk detailnya, dirinya menyerahkan ke Budi Gunadi Sadikin mencari solusinya. "Nanti tanya Pak Budi, kita bagi-bagi mengenai kilang," jelas dia.

(Baca Juga: Saudi Aramco Bakal IPO di Bursa Tokyo?)

Dia menjelaskan, dengan dilanjutinya investasi pembangunan kilang oleh perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Arab Saudi tersebut, akan menampikkan anggapan investasi asing di Indonesia hanya berasal dari Cina.

"Apabila ada investasi dari sahabat kita, dari Saudi Arabia mau masuk kok tak terjadi? Nanti selalu bahasnya oh investasi kok dari Cina saja? Nah sebenarnya investasi dari Jepang, Korea tak pernah didengar," ungkap dia.

Dia menambahkan, mendatangkan investasi dari luar negeri merupakan salah satu cara untuk mengatasi devisit anggaran negara. Pasalnya proyek yang direncanakan tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan ‎Belanja Negara (APBN).

"Pak Presiden Jokowi kan menekankan bagaimana defisit anggaran harus kita carikan solusi. Salah satunya investasi," pungkasnya.

Seperti diketahui, pengembangan Kilang Cilacap merupakan bagian dari 6 proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan New Grass Root Refinery (NGRR) untuk meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar minyak Pertamina, dari saat ini sekitar 1 juta barel per hari menjadi sekitar 2 juta barel per hari. Keenam proyek tersebut adalah RDMP Cilacap, RDMP Balikpapan, RDMP Balongan, RDMP Dumai, NGRR Tuban dan NGRR Bontang. (DNI) 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini