nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemain Film Iron Man 2 Ini Tanam Investasi Rp21 Triliun di Uber

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2019 20:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 29 320 2123247 pemain-film-iron-man-2-ini-tanam-investasi-rp21-triliun-di-uber-0QpqwsF5Px.jpg Olivia Munn (Hollywood)

JAKARTA - Aktris Olivia Munn mengungkapkan mengapa ia berani untuk berinvestasi di perusahaan besar seperti Uber. Dirinya mengaku aktif juga sebagai seorang investor.

Hal tersebut diungkapkannya pada pembukaan Under 30 Summit Forbes di Detroit. Melansir Forbes, Selasa (29/10/2019), pemeran reporter di Iron Man 2 ini, berinvestasi di Uber Technologies dengan valuasi USD1,5 miliar atau setara Rp21 triliun (USD1 setara Rp14.000).

 Baca juga: Uber Kembali Lakukan PHK Massal, 1.000 Karyawan Sudah Dipecat

Seperti diketahui, Uber go public pada Mei ini dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek New York. Selain itu, Perusahaan transportasi yang sekarang memperdagangkan kapitalisasi pasar sebesar USD55 miliar.

 Olivia Munn

"Ketika pertama kali ditawarkan untuk bekerja sama dengan Uber, saya tidak tahu apa itu Uber," kata Munn.

 Baca juga: Morgan Stanley dan 28 Bank Jadi Penjamin IPO Uber

Munn juga mengatakan bersedia untuk melompat pada tren yang dilihatnya memiliki peluang. Misalnya, dirinya tidak minum kopi, tetapi ia adalah investor di Bulletproof Coffee.

Dengan maraknya media sosial, para atlet dan selebritas sekarang memiliki kekuatan yang jauh lebih besar untuk melakukan perubahan dan itu menyebabkan mereka mengambil kepemilikan saham dalam pekerjaan mereka. Sebagai investor yang secara aktif terlibat dalam perusahaan-perusahaan dalam portofolionya, Munn mengatakan bahwa tantangannya tidak sampai pada sasaran.

 Baca juga: Ingin Terus Kompetitif, Uber Pecat 435 Karyawan

Munn bukan hanya seorang investor, ia adalah juga ahli strategi kreatif yang bekerja secara langsung dengan CEO baru Hillary Schneider untuk membangun mereknya. Munn secara aktif juga mencari investasi lain seperti di Vital Proteins, karena keyakinannya dalam produk berbasis kolagen da merupakan juru bicara aktif untuk inovasi.

Sebagai investor, Munn mengatakan gagasan tidak selalu menggunakan skrip. Munn juga mengaku investasi keduanya mengalami kerugian total.

Black Jet, layanan jer pribadi berdasarkan permintaan yang didukung salah satu pendiri Uber Garrett Camp, dihentikan dan ditutup pada 2016 ketika model bisnisnya tidak terwujud. Munn mengatakan kegagalan itu diakibatkan eksekusi yang buruk dan sebuah tim yang tidak memiliki keterampilan untuk menerapkan strategi mereka.

Cofounder Travis Kalanick mengawasi unicorn yang sedang tumbuh dengan masalah MeToo yang besar dan budaya perusahaan yang tidak berkelanjutan. Munn berpikir untuk menjual saham Ubernya, tetapi ia masih berusaha bertahan.

"Ada pembersihan yang sedang terjadi, itu sebabnya saya tidak menjualnya," Ucap Mun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini