nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurus Jokowi Keluarkan RI dari Middle Income Trap

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2019 20:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 31 20 2124313 jurus-jokowi-keluarkan-ri-dari-middle-income-trap-jvKGRZR9Lx.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, potensi kita untuk bisa keluar dari middle income trap, dari jebakan negara yang berpendapatan menengah sangat besar.

“Yang pertama kita memiliki sumber daya alam yang sangat besar yang bisa kita pakai untuk memicu industrialisi. Yang kedua, kita memiliki sebuah pasar besar, baik dari sisi jumlah penduduk maupun daya belinya karena masyarakat yang berpendapatan menengah sekarang ini naik sangat drastis sekali di negara kita Indonesia,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rapat Terbatas Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), di Kantor Presiden, Jakarta, disalin dari Laman Setkab, Kamis (31/10/2019).

Baca juga: Buat Reformasi Ekonomi, Peringkat Kredit Yunani Membaik ke BB-

Presiden mengingatkan, Indonesia sekarang ini berada pada ranking yang patut dilihat dari GDP nominal, yaitu kita di dunia pada ranking ke 15-16. Dan kalau kalau dihitung dari GDP PPP, purchasing power parity, Indonesia berada pada ranking 7 di dunia. “Artinya, kekuatan ekonomi kita memang patut diperhitungkan karena daya beli masyarakat kita yang terus meningkat,” ujar Presiden Jokowi.

Tetapi kunci utama dari lompatan yang ingin diraih, menurut Presiden, adalah tetap ada di sumber daya manusia, pembangunan sumber daya manusia (SDM). Apalagi bonus demografi kita saat ini antara 2015-2035, sehingga benar-benar harus menjadi fokus dan konsentrasi kita semuanya. “Ini adalah pekerjaan besar yang harus menjadi prioritas dan dikerjakan secara sinergis antara kementerian-kementerian yang ada, tidak sektoral, tidak terkotak-kotak,” kata Presiden.

Presiden Jokowi Resmikan Perumahan Korban Bencana Palu

Menurutnya, adanya anggaran yang berlimpah tidak diimbangi dengan fokus dan konsentrasi tujuan. Presiden mencontohkan, di bidang kesehatan. Anggarannya total Rp32.000 miliar, Rp132 triliun, gede banget. Tetapi biasanya di kementerian itu disebar ke semua, tidak fokus. “Tolong betul-betul dikonsentrasikan, fokus pada urusan yang namanya ketercukupan asupan gizi, makanan tambahan, yang berkaitan dengan pola hidup sehat, yang berkaitan dengan pencegahan penyakit,” tutur Presiden Jokowi seraya menambahkan, itu betul-betul menjadi sebuah area yang harus kita kerjakan.

Demikian pula yang berkaitan dengan pemberantasan narkotika beserta rehabilitasinya. Menurut Presiden, ini penting karena apapun SDM kalau kita masih belum bisa menyelesaikan, merampungkan urusan ini akan sangat sulit, karena ini akan berkaitan dengan tindakan kriminalitas, berkaitan dengan kenakalan remaja. Presiden juga minta agar yang namanya pendidikan etika budi pekerti, pendidikan kebencanaan, pendidikan politik terutama ideologi Pancasila harus terus dilakukan secara sinergis lintas kementrian.

“Oleh karena itu, tugas Menko PMK saat ini memang bukan tugas yang ringan tapi sangat nerat dan sangat strategis,” ucap Presiden.

Presiden Jokowi Resmikan Perumahan Korban Bencana Palu

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Menteri Agama Fahruz Razi, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Kesehatan Terawan Agusputranto, Mendikbud Nadiem Makarim, Menteri Desa, PDTT Abdul Halim Iskandar, Menteri Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Menpora Zainudin Amali, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini