nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Cs Sebut Stabilitas Keuangan Indonesia Terkendali di Kuartal III-2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 16:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 01 20 2124657 sri-mulyani-cs-sebut-stabilitas-keuangan-indonesia-terkendali-di-kuartal-iii-2019-oaTWlr7oIs.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyimpulkan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terkendali di kuartal III-2019, di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global. Hal itu berdasarkan hasil rapat berkala yang dilakukan KSSK pada Kamis, 31 Oktober 2019.

Komite ini diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan terdiri dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.

Baca Juga: Jurus Jokowi Keluarkan RI dari Middle Income Trap

"Ketidakpastian global tersebut masih dipengaruhi ketegangan hubungan dagang AS-China, meskipun pada Oktober 2019 sedikit mereda," ujar Sri Mulyani dalam keterangan tertulis, Jumat (1/11/2019).

Perkembangan global tersebut menyebabkan penurunan volume perdagangan dan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia diikuti dengan melemahnya harga komoditas dan tekanan inflasi. Sehingga berbagai negara merespons perkembangan ini dengan melonggarkan kebijakan moneter dan memberikan stimulus fiskal, yang kemudian mendorong masuknya aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

sri mulyani

"Dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi masih tetap baik meskipun kontraksi kinerja ekspor perlu mendapat perhatian karena berdampak pada kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi," kata dia.

KSSK juga menyebut Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di kuartal III-2019 diperkirakan membaik didukung oleh surplus transaksi modal dan finansial serta defisit transaksi berjalan yang terkendali. Cadangan devisa juga masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional.

"Kinerja NPI yang membaik berdampak pada nilai tukar rupiah yang menguat," katanya.

Sementara itu, inflasi terkendali pada level yang rendah dan stabil di dalam target 3,5+1%. Ketahanan ekonomi tersebut mendukung stabilitas sistem keuangan.

Stabilitas sistem keuangan yang terkendali turut didukung ketahanan perbankan yang terjaga, likuiditas yang memadai, serta pasar uang yang stabil. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang tinggi dan risiko kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang tetap rendah.

sri mulyani

Kecukupan likuiditas tetap baik, tergambar dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi. "Perkembangan ini berkontribusi pada penurunan suku bunga deposito dan suku bunga kredit yang searah dengan pelonggaran suku bunga kebijakan moneter," jelasnya.

Menurut Sri Mulyani, koordinasi kebijakan KSSK akan terus diarahkan untuk mempertahankan stabilitas sistem keuangan, sehingga tetap mendorong momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

"Selain itu, sinergi kebijakan juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan eksternal melalui berbagai upaya meningkatkan ekspor barang dan jasa, serta menarik aliran masuk modal asing, termasuk penanaman modal asing," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini