nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Berakhir Menguat Ditopang Data Pekerjaan AS

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 02 November 2019 08:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 02 278 2124871 wall-street-berakhir-menguat-ditopang-data-pekerjaan-as-buDgBGJU1B.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat. Di mana indeks S&P 500 kembali mencetak rekor penutupan untuk ketiga kalinya, setelah laporan membaiknya data pekerjaan AS dan data manufaktur China meredakan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global.

Baca Juga: Wall Street Melemah di Tengah Kenaikan Saham Apple dan Facebook

Laporan data pekerjaan mengalami kenaikan dibandingkan dua bulan sebelumnya yang lebih kuat dari perkiraan. Jumlah pekerjaan tersebut membayangi laporan yang menunjukkan sektor manufaktur berkontraksi untuk bulan ketiga berturut-turut.

Wall Street

Seperti halnya indeks S&P, Nasdaq juga melampaui rekor penutupan. Dow Jones Industrial Average naik 300,86 poin atau 1,11% menjadi 27.347,09. Demikian dikutip dari Reuters, Sabtu (2/11/2019).

Baca Juga: Wall Street Naik Tipis Ditopang Laporan Keuangan Facebook

Kemudian indeks S&P 500 naik 29,36 poin, atau 0,97% menjadi 3.066,92 dan Nasdaq Composite menambahkan 94,04 poin, atau 1,13% menjadi 8.386,40.

Indeks S&P telah naik selama empat minggu berturut-turut atau beruntun terpanjang sejak Februari. Sementara Nasdaq telah naik dalam lima minggu berturut-turut karena pendapatan kuartalan lebih kuat dari yang diantisipasi.

Laporan ketenagakerjaan tentu menjadi sentimen positif ditambah aktivitas manufaktur China menunjukan peningkatan secara tak terduga pada Oktober. Hal ini jelas meredakan kekhawatiran tentang perlambatan permintaan dari ekonomi terbesar kedua dunia sebagai akibat dari perang tarif.

Adapun pergerakan saham seperti Exxon Mobil Corp naik 3,00% setelah menurunkan ekspektasi laba kuartal ketiga. Sektor energi naik 2,50% karena sektor S&P berkinerja terbaik, dan harga minyak melonjak karena kemajuan kesepakatan perdagangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini