Rapat Perdana dengan DPR, Sri Mulyani Bahas Realisasi APBN 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 04 November 2019 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 04 20 2125591 rapat-perdana-dengan-dpr-sri-mulyani-bahas-realisasi-apbn-2019-SzxouwUy5V.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk pertama kalinya melakukan rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR RI dalam masa pemerintahan 2019-2024. Rapat perdana tersebut beragendakan evaluasi kinerja 2019 dan rencana kerja 2020.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto dihadiri 22 anggota dari 5 fraksi. Adapun rapat dimulai tepat waktu pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: Anggaran Subsidi Sudah Tersedot Rp103,4 Triliun

Sebelum memulai pembahasan, kedua pihak lebih dahulu saling menmperkenal diri, mengingat banyak pergantian dalam susunan anggota Komisi XI maupun dalam jajaran Kemenkeu. Setidaknya, ada beberapa wajah lama di Komisi XI seperti Misbakhun, Ahmad Hatari, Andreas Edi Susetyo, Hendrawan Supratikno.

"Seluruh pimpinan dan anggota Komisi XI, sebagian besar merupakan wajah-wajah lama yang sudah kami kenal, di samping ada wajah baru. Maka kami juga ingin memperkenalkan jajaran Kemenkeu yang memiliki tanggung jawab masing-masing," ungkap Sri Mulyani mengawali rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (4/11/2019).

sri mulyani

Pada susunan jajaran Kemenkeu memang terjadi perubahan, di antaranya jabatan Wakil Menteri Keuangan kini diisi oleh Suahasil Nazara dari sebelumnya Mardiasmo. Kemudian kini jabatan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kemenkeu diisi oleh Suryo Utama dari sebelumnya Robert Pakpahan.

Usai saling memperkenalkan, Dito pun meminta Sri Mulyani untuk memaparkan perkembangan terkiri dari realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Utamanya tentang realisasi transfer dana ke daerah dan pembiayaan utang. Selain itu, juga diminta memaparkan rencana kerja di tahun 2020.

sri mulyani

Sri Mulyani pun menjelaskan, pemerintah memulai tahun 2019 yang penuh tekanan dari gejolak ekonomi global sehingga sangat berpengaruh pada APBN.

"Tahun 2019 perekonomian dunia alami tekanan yang cukup berat ini terlihat dari revisi menurun dari proyeksi ekonomi di 2019 yang turun menjadi 3%. IMF menilai proyeksi ini sudah masuk kategori resesi dunia," ungkap dia memulai paparan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini