"Gak juga, maksud saya iramanya mungkin. Misalnya saya bilang tadi, indeks ritel itu turun tuh. Kemarin dari 4,5 ke 1,84 turun kan, tapi kan tidak negatif. Betul kan? masih tumbuh," jelasnya.
Lagipula, lanjut Kecuk, dirinya tidak mungkin mengeluarkan data yang asal-asalan. Karena ini menyangkut pada kredibilitas negara dan lembaga negara.
"BPS ini dimonitor oleh forum masyarakat statistik. Teman-teman IMF (International Monetary Fund) juga selalu datang ke BPS, minimal sekali setahun dengan timnya untuk check. Dan selama lima tahun berturut-turut, kita dapat statement bahwa data PDB akurat. Sekarang betul nggak bahwa kita stable? Tidak juga, dari 5,17% ke 5,02%, kan turunnya tajam," jelasnya.
(Fakhri Rezy)