nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dapat Lampu Hijau, Gojek Bisa Mengaspal di Malaysia 2020

Fakhri Rezy, Jurnalis · Selasa 05 November 2019 20:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 05 320 2126184 dapat-lampu-hijau-gojek-bisa-mengaspal-di-malaysia-2020-eL8guELMw3.jpg Gojek (Okezone)

MALAYSIA - Pemerintah Malaysia akhir memberikan izin untuk usaha transportasi online dengan sepeda motor. Perizinan tersebut menjawab nasib Gojek Indonesia yang ingin mengaspal di Negeri Jiran tersebut.

Melansir Reuters, Selasa (5/11/2019), Gojek Indonesia dan beberapa usaha sejenis akan mulai beroperasi secara terbatas pada Januari 2020. Hal tersebut mengakhiri era monopoli Grab di Malaysia.

 Baca juga: GoJek Incar Transaksi Pelanggan di Luar Negeri hingga 50%

Walaupun telah mendapatkan izin, pihak Gojek belum memutuskan bagaimana atau kapan akan memasuki pasar Malaysia. Pasalnya, Gojek masih menunggu kejelasan tentang kerangka peraturan yang sedang disusun oleh kementerian transportasi negara tersebut.

 Gojek (Reuters)

"Kami sekarang akan menjangkau kementerian untuk memahami kerangka kerja dan untuk bekerja melalui detail tentang bagaimana kami dapat mendekati peluncuran (di) Malaysia," kata seorang juru bicara Gojek.

 Baca juga: Perbedaan Nasib Menko Luhut vs Nadiem di Usia 35 Tahun

“Pada akhirnya, kami ingin mendukung pemerintah saat mereka mengembangkan ekonomi digital dengan cara yang inklusif, mendorong inovasi dan mendorong persaingan," tambahnya.

Segmentasi untuk ride-hailing di Malaysia diperkirakan akan menghasilkan pendapatan USD558 juta tahun ini. Di mana angka tersebut tumbuh sekira 16% per tahun hingga nantinya akan mencapai USD1 miliar di 2023.

Dengan 12,7%, penetrasi pengguna kendaraan di Malaysia, ekonomi terbesar ketiga di Asia Tenggara dengan 32 juta orang, hampir dua kali lipat dari keseluruhan wilayah.

 Baca juga: Menko Luhut dan Menhub Hadiri HUT ke-9 Gojek

Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke Siew Fook mengatakan kepada parlemen bahwa perusahaan-perusahaan seperti Gojek dan start-up lokal Dego Ride akan dapat mulai beroperasi berdasarkan konsep. hal tersebut untuk mengukur permintaan layanan selama enam bulan.

“Ride Hailing akan menjadi komponen penting dalam menyediakan sistem transportasi umum yang komprehensif, sebagai mode untuk konektivitas mil pertama dan terakhir,” kata Loke.

Proyek percontohan ini awalnya akan terbatas di sekitar Klang Valley. Daerah tersebut dinilai paling maju di Malaysia.

Program enam bulan akan memungkinkan pemerintah dan perusahaan yang berpartisipasi untuk mengumpulkan data dan mengevaluasi permintaan. Sementara pemerintah bekerja pada penyusunan undang-undang untuk mengatur sepeda-hailing.

"Ride-hailing akan tunduk pada peraturan yang sama seperti yang ditetapkan untuk e-Hailing," kata menteri.

Co-chief executive Gojek, Andre Soelistyo, mengatakan kepada wartawan pada hari Sabtu bahwa perusahaan sedang mempersiapkan ekspansi ke Malaysia dan Filipina.

Entri Gojek di Malaysia kemungkinan akan menimbulkan tantangan terbesar bagi Grab, yang mendominasi pasar e-hailing setelah membeli operasi Uber Technology Inc di Asia Tenggara tahun lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini