nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Bandingkan Panjang Jalan Tol China dengan Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 15:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 06 320 2126506 jokowi-bandingkan-panjang-jalan-tol-china-dengan-indonesia-JAmohMvDJX.jpg Jalan Tol (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam lima tahun terakhir mengebut pengerjaan jalan tol. Hingga akhir tahun nanti diperkirakan akan ada 1.500 kilometer jalan tol yang beroperasi.

Presiden Joko Widodo mengatakan, meskipun selama lima tahun belakangan ini pembangunan infrastruktur masif dibangun, namun masih kalah jauh dari pada negara-negara lainnya di dunia. Salah satu contohnya adalah jumlah kilometer jalan tol yang beroperasi di China.

 Baca juga: Penampakan Tol Manado-Bitung Rp9 Triliun dengan Jembatan Rp500 Miliar

"Sering saya ilustrasikan. Sejak pembangunan jalan tol Jakarta Bogor Ciawi tahun 1978 sampai 2014 Indonesia hanya membangun 780 kilometer jalan tol," ujarnya dalam acara IIDF 2019, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

 Jalan tol

Menurut Jokowi, hingga saat ini ada sekitar 280.000 kilometer jalan tol yang sudah terbangun dan beroperasi di China. Sementara Indonesia baru 2.200 kilometer jalan tol saja yang beroperasi hingga saat ini.

 Baca juga: Pemeliharaan Jalan Tol Jagorawi Ditargetkan Selesai di Desember, Ini Jadwalnya!

Angka ini merupakan kumulatif dari jumlah jalan tol yang dibangun sebelumnya dengan yang dibangun selama lima tahun ini. Selama lima tahun ini ada 1.500 kilometer jalan tol yang dibangun dan akan beroperasi.

"Tiongkok (China) sampai saat ini 280.000 kilometer jalan tol. Kita 780 kilometer selama 4 tahun. Kita terlalu lama tertinggal jauh. Kerjanya bukan siang pagi lagi tapi harus siang malam harus selesai. Alhamdulillah akhir tahun ini kita akan memiliki 1500 kilometer jalan tol," jelasnya.

 Baca juga: Water Barrier yang Bergeser Sendiri, Ini Sederet Fakta Unik Tol Malang-Pandaan

Selama lima tahun ke depan pemerintah juga akan membangun kembali jalan tol. Diharapkan pada 2024 mendatang ada sekitar 4.500 hingga 5.000 kilometer yang akan beroperasi.

"Kita harapkan lima tahun ke depan berada pada angka kurang lebih 4.500 sampe 5000 kilometer jalan tol," ucapnya.

Dengan pembangunan infrastruktur yang begitu masif diharapkan peringkat daya saing Indonesia bisa terdongkrak. Saat ini misalnya peringkat daya saing infrastruktur Indonesia berada di peringkat 52 naik 30 peringkat.

"Meskipun demikian masih tertinggal (peringkat daya saing) Lima tahun ke depan masih jadi prioritas meskipun kita geser SDM. Infra memperbaiki daya saing, logistik, pemerataan pembangunan. Negara kita besar bukan Jawa saja. Kita memiliki 17000 pulau bukan hanya Jawa saja. Mungkin di Jawa menikmati mulanya jalan. Lihat provinsi lain misalnya di Papua," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini