Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi RI Melambat Picu Kenaikan Kredit Macet

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Senin, 11 November 2019 |13:57 WIB
      Ekonomi RI Melambat Picu Kenaikan Kredit Macet
Kredit Macet (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Perlambatan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu penyebab naiknya risiko kredit macet atau non performing loan (NPL) di industri jasa keuangan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) peningkatan rasio NPL secara gross dari Juli 2019 sebesar 2,55% menjadi 2,60% pada Agustus 2019.

Adapun pada kuartal III-2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat hanya sebesar 5,02%. Realiasi itu melambat dari posisi kuartal III-2018 yang tumbuh 5,17%, maupun dari kuartal II-2019 yang tumbuh 5,02%.

 Baca Juga: Ekonomi Melambat, Menko Airlangga: Masih Lebih Baik dari Malaysia

Direktur Utama Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Biro Kredit Yohanes Arts Abimanyu menyatakan, berdasarkan catatan Pefindo porsi debitur dengan tingkat risiko tinggi dan sangat tinggi mencapai 46%, sementara debitur dengan risiko kredit rendah dan sangat rendah porsinya sebesar 54%.

Dia menjelaskan, kondisi risiko peningkatan kredit macet tersebut memang tak lepas dari kondisi perlambatan ekonomi. Namun, tetap terdapat kontribusi dari karakter debitur tersebut dalam membayarkan kewajiban kreditnya.

 Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 5,02%, Jokowi: Patut Kita Syukuri

"Secara eksternal bisa seperti itu (perlambatan pertumbuhan ekonomi), mengakibatkan debitur tidak mampu atau terlambat bayar. Tapi secara internal perlu dilihat bahwa kemampuan atau behaviour dari masing-masing debitur," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/11/2019).

 Pefindo

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement