nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

80% Ekonomi Indonesia Sudah Memenuhi Prinsip Syariah

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 14:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 12 20 2128809 80-ekonomi-indonesia-sudah-memenuhi-prinsip-syariah-Y5LwssbL8D.jpeg Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Indonesia memiliki potensi perekonomian syariah yang cukup besar, namun perlu untuk semakin ditingkatkan. Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, saat ini hampir 80% dari perekonomian Indonesia yang telah memenuhi prinsip-prinsip ekonomi syariah.

Dengan demikian, dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang saat ini mencapai USD1 triliun, ekonomi Indonesia yang telah memenuhi prinsip syariah sebesar Rp11.245 triliun (asumsi kurs Rp14.057 per USD).

Baca juga: Indonesia Juara Pertama di Pasar Keuangan Syariah Global

"Terkait Indonesia, dengan nilai PDB USD1 triliun, ukuran ekonomi syariah Indonesia 80% sudah berbasis syariah," ujar Dody dalam sambutannya dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Meski demikian, Dody menilai, Indonesia belum optimal dalam mengembangkan ekonomi syariah, lantaran masih saja menjadi negara konsumen. Oleh sebab itu, perlu mendorong Indonesia menjadi produsen dalam rantai industri ekonomi syariah global.

bank indonesia

"Optimalisasi masih rendah dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf untuk untuk dorong pertumbuhan ekonomi," katanya.

Begitu pula dengan pembiayaan syariah, dinilai masih rendah. Oleh sebab itu, BI dan pemerintah terus berupaya mendorong kinerja pembiayaan syariah di Indonesia.

Baca juga: Ma'ruf Yakin Indonesia Jadi Pusat Kebangkitan Ekonomi Islam

"Kami terus kembangkan ekonomi syariah untuk Indonesia, karena pasarnya sangat besar, permintaan sangat tinggi," imbuh Dody.

Bahkan keuangan dan ekonomi syariah diharapkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang baru, di tengah terjadinya pelemahan ekonomi global. "Ekonomi syariah bisa jadi sumber ekonomi baru, tidak hanya bagi mayoritas penduduk Islam, tapi juga negara lain dengan mayoritas penduduk yang bukan Islam," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini