nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

First Class dan Business Jadi Andalan Maskapai, Buntung atau Untung?

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 13:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 22 320 2133114 first-class-dan-business-jadi-andalan-maskapai-buntung-atau-untung-o27aLAvgwo.jpg Delta Airlines (Foto: Time)

JAKARTA - Beberapa maskapai penerbangan seperti Delta Airlines, United Airlines, serta American Airlines mampu meraup laba lebih baik daripada maskapai lainnya. Apalagi mereka selalu mengandalkan penjualan tiket kelas bisnis dan first class untuk penerbangan jarak jauh dan premium.

Pada bulan Agustus lalu, tercatat lebih dari 6,4 juta orang terbang di kursi premium dalam penerbangan di Amerika Utara. Bahkan, menurut salah satu penyedia data industri Cirium, jumlah itu setara dengan sekitar 9% dari total 67 juta kursi yang dapat ditempati.

Baca Juga: Menhub Ajak Bos Maskapai Penerbangan Bangun 'Bali Baru'

Lebih-lebih, Delta Air Lines mengumumkan bahwa pendapatan operasi yang mereka terima mencapai USD12,5 miliar (Rp176,2 triliun) pada bulan Juni. Itu artinya, mereka meraup USD1 miliar (Rp14,1 triliun) lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Menurut perusahaan, kenaikan pendapatan tersebut termasuk peningkatan 10% dalam pendapatan tiket premium.

Konsolidasi industri dan ekonomi yang kuat dalam beberapa tahun terakhir telah memungkinkan maskapai untuk berinvestasi lebih agar pesawat lebih efisien dalam bahan bakar dan memperhatikan kabin yang lebih baik yang berfokus pada kelas premium. Salah satu fokusnya adalah pembenahan kelas bisnis.

delta

Maskapai-maskapai yang menguasai penerbangan internasional telah meningkat dengan mengandalkan tiket first class dan bisnis. Selain itu, kabin-kabin berkelas bahkan muncul pada penerbangan ke luar negeri dengan banyak fasilitas yang sama ditemukan pada penerbangan ke Eropa.

Menariknya, maskapai bertarif rendah JetBlue sekarang juga mencoba masuk ke dalam pasar kelas bisnis. Pada bulan April, JetBlue mengatakan akan memulai beberapa penerbangan harian dari New York ke London dengan menerbangkan Airbus A321 yang notabene adalah pesawat penerbangan jarak jauh yang akan mencakup layanan premium bernama Mint. Itu adalah pesawat kelas bisnis versi JetBlue, mungkin saja bisa jauh lebih murah daripada pesaing-pesaingnya.

Baca Juga: Daya Tarik Bali sebagai Destinasi Wisatawan Bikin Maskapai Buka Penerbangan Baru

Sejauh ini, maskapai menggunakan strategi yang disebut "manajemen pendapatan maskapai penerbangan" untuk memaksimalkan keuntungan. Sebab, pada dasarnya penumpang diprioritaskan berdasarkan tarif.

"Maskapai penerbangan menjadi jauh lebih canggih dan mereka saat ini telah sampai pada titik di mana mereka dapat mengisi jumlah kursi dengan jumlah uang yang dibutuhkan karena itulah cara mereka mendapat keuntungan," ujar seorang Profesor dari University of Dayton Janet Bednarek dilansir dari CNBC, Jumat (22/11/2019).

Akan tetapi, meskipun maskapai mengurangi jumlah ruang yang mereka alokasikan untuk penumpang first class, maskapai seperti Delta, United dan American Airlines untuk saat ini telah menemukan keuntungan besar dalam layanan kabin premium.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini