nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Airlangga hingga Sri Mulyani Diminta Eksekusi Rencana Aksi Sawit

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 18:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 27 320 2135173 menko-airlangga-hingga-sri-mulyani-diminta-eksekusi-rencana-aksi-sawit-ggm4ITSB09.jpg Inpres kelapa sawit (Foto: Setkab)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB) Tahun 2019-2024. Inpres diteken dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pekebun, penyelesaian status dan legalisasi lahan, pemanfaatan kelapa sawit sebagai energi baru terbarukan dan meningkatkan diplomasi untuk mencapai perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, serta mempercepat tercapainya perkebunan kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan.

 Baca Juga: Bersama Malaysia, Menko Airlangga Bakal Dongkrak Harga Sawit

Inpres tersebut ditujukan kepada Menko Bidang Perekonomian; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional; Menteri Keuangan; Menteri Pertanian; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional; Menteri Luar Negeri; Menteri Perdagangan; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; Menteri Ketenagakerjaan; Menteri Dalam Negeri; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Sekretaris Kabinet; Kepala Badan Informasi Geospasial; para Gubernur; dan para Bupati/Walikota.

 Melihat Aktivitas Pekerja pada Perkebunan Kelapa Sawit di Liberia

Melansir Setkab, Rabu (27/11/2019), para pejabat tersebut, Presiden menginstruksikan untuk melaksanakan RAN KSB Tahun 2019-2024 sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing, yang terdiri atas: Melakukan penguatan data, penguatan koordinasi, dan infrastruktur; Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pekebun; Melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan; Menerapkan tata kelola perkebunan dan penanganan sengketa; Melakukan dukungan percepatan pelaksanaan Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO) dan meningkatkan akses pasar produk kelapa sawit.

 Baca Juga: Pemerintah Pastikan Kelapa Sawit Masuk Dalam Negosiasi Dagang IUE-CEPA

Para menteri, gubernur, dan bupati/walikota diminta untuk melaporkan hasil pelaksanaan capaian RAN KSB Tahun 2019-2024 kepada Presiden melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian secara berkala setiap 6 (enam) bulan atau sewaktu-waktu diperlukan. Selanjutnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian melaporkan kepada Presiden tentang pelaksanaan Instruksi Presiden tersebut. “Instruksi Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan,” bunyi akhir Inpres tersebut yang dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 22 November 2019.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini