Bersama Malaysia, Menko Airlangga Bakal Dongkrak Harga Sawit

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 20 320 2132214 bersama-malaysia-menko-airlangga-bakal-dongkrak-harga-sawit-v4A0T2aGyv.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, diundang Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Bin Mohamad setelah kegiatan The 2nd Ministeral Meeting of Palm Oil Producting Countries, Kuala Lumpur, Selasa 19 November 2019.

Pada pertemuan itu, Menko Airlangga menyatakan rasa hormatnya diundang PM Malaysia dan mengucapkan selamat atas keberhasilan Malaysia menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 2nd Ministeral Meeting of Palm Oil Producting Countries. Pergelaran acara itu setidaknya dihadiri oleh para negara penghasil minyak kelapa sawit di diunia.

 Baca juga: Pemerintah Pastikan Kelapa Sawit Masuk Dalam Negosiasi Dagang IUE-CEPA

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, Indonesia telah berhasil mengimplementasikan program B (Biodiesel) 20% (B20), dan saat ini Pemerintah Indonesia menargetkan untuk mengimplementasikan program mandatori B30 pada awal tahun 2020. Tidak hanya itu, Ia juga mengapresiasi Malaysia lewat PM Mahatir dalam mengimplementasikan mandatori B20 pada tahun 2020.

“Kebijakan ini telah meningkatkan harga minyak kelapa sawit di atas USD600 per ton,” ungkap Airlangga, dilansir dari laman Setkab, Rabu (20/11/2019).

 Baca juga: Setuju soal Sawit, Indonesia Diminta Beli Beras dan Gula India

Oleh karena itu, harga minyak sawit di dunia diharapkan akan meningkat guna meningkatan kesejahteraan rakyatnya. Hingga kini ada 4 negara yang akan bergabung dalam keanggotaan CPOP yaitu Papua New Guini, Honduras, Ghana dan Kolumbia.

PM Malaysia Mahathir juga mendukung penerapan mandatori B30 di Indonesia dan Malaysia diharapkan dapat mengikuti langkah negara tetangganya itu.

 Baca juga: Soal Sawit, Presiden Jokowi Berharap Dukungan Belanda Hadapi Uni Eropa

Perdana Menteri berusia 94 tahun itu juga setuju terhadap rencana penyatuan keberlangsungan kelapa sawit sehingga adanya keseragaman program di Indonesia dan Malaysia.

Kemudian, PM Mahathir akan melakukan pembatasan penambahan luas areal kelapa sawit di Malaysia dan akan fokus pada peningkatan produktifitas (yield) dari petani. Ia juga mendorong kegiatan R&D lebih diintensifkan, khususnya nilai tambah produk hilir kelapa sawit meningkatkan.

Baik Menko Airlangga dan PM Malaysia Mahathir juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam membangun strategi guna memperbaiki harga yang lebih baik. Kedua negara berkomitmen untuk melanjutkan langkah-langkah konkrit guna menghadapi tantangan kampanye negatif kelapa sawit.

“Guna melawan kampanye negatif terhadap kelapa sawit, komitmen pengalokasian sumber daya yang memadai sangatlah diperlukan,” jelas Mahathir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini