nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rampingkan Eselon III dan IV, Sri Mulyani Sadar Ada Pegawai yang Tidak Terima

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 29 November 2019 19:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 29 20 2136168 rampingkan-eselon-iii-dan-iv-sri-mulyani-sadar-ada-pegawai-yang-tidak-terima-k9uoEEq4fF.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Dok. Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan perampingan jabatan eselon III dan IV di unit Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal itu dilakukan dengan mengalihkan 112 pejabat struktural tersebut menjadi pejabat fungsional analis kebijakan.

Sri Mulyani menyadari, kebijakan tersebut tentu tak bisa sepenuhnya diterima oleh para pegawai. Terlebih mungkin saja ada pegawai yang sejak masuk ke BKF memang menginginkan jenjang karir jabatan struktural bukan fungsional.

Baca juga: Eselon III dan IV Dirampingkan, Sri Mulyani Pastikan Gajinya Tidak Berubah

"Kan bisa saja dulu 'saya masuk ke BKF bukan ingin jadi analis, tapi mau jadi direktur'. Apalagi jadi direktur internasional yang pergi terus ke mana-mana," katanya saat melantik pejabat di lingkungan Kemenkeu, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Menurutnya, jika kebijakan pengalihan jabatan membuat adanya pegawai yang merasa sangat terbebani, maka bisa saja membicarakannya dengan pemimpin di atasnya untuk berkonsultasi. Sebab, jabatan analis kebijakan juga memiliki peran penting dalam mendorong kinerja BKF dan Kemenkeu.

 sri mulyani

"Bagi para pejabat yang memang hati dan pikirannya enggak ke situ, tapi terlanjut jadi analis kebijakan, mending bilang ke pemimpin anda. Mending begitu daripada anda menderita. Kalau anda menderita, BKF akan menderita, kalau BKF menderita, saya akan lebih menderita lagi. Jadi kita selesaikan dengan baik-baik," papar dia.

Menurut Sri Mulyani, Indonesia membutuhkan pegawai Kemenkeu yang memang bisa menjadi pejabat struktural dengan baik, yakni melakukan pelayanan pada masyarakat, juga menjadi analisis yang baik.

Baca Juga: Sri Mulyani Minder Berdiri di Sebelah Nadiem Makarim

"Tapi kalau anda tidak bisa analis, juga di struktural enggak bisa melayani, berarti ya memang anda tempatnya bukan di Kemenkeu. Jadi baik jadi analis yang baik dan melayani yang baik itu jadi kualifikasi yang Indonesia dan Kemenkeu cari," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini