
"Bagi para pejabat yang memang hati dan pikirannya enggak ke situ, tapi terlanjut jadi analis kebijakan, mending bilang ke pemimpin anda. Mending begitu daripada anda menderita. Kalau anda menderita, BKF akan menderita, kalau BKF menderita, saya akan lebih menderita lagi. Jadi kita selesaikan dengan baik-baik," papar dia.
Menurut Sri Mulyani, Indonesia membutuhkan pegawai Kemenkeu yang memang bisa menjadi pejabat struktural dengan baik, yakni melakukan pelayanan pada masyarakat, juga menjadi analisis yang baik.
Baca Juga: Sri Mulyani Minder Berdiri di Sebelah Nadiem Makarim
"Tapi kalau anda tidak bisa analis, juga di struktural enggak bisa melayani, berarti ya memang anda tempatnya bukan di Kemenkeu. Jadi baik jadi analis yang baik dan melayani yang baik itu jadi kualifikasi yang Indonesia dan Kemenkeu cari," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.