nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekonomi Dunia Gonjang-ganjing, JK: Presiden hingga Kepala Keluarga Tak Boleh Pesimis

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 09:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 05 20 2138177 ekonomi-dunia-gonjang-ganjing-jk-presiden-hingga-kepala-keluarga-tak-boleh-pesimis-tbaEYQGwo1.jpg JK soal Ekonomi Global (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2014-2019 Jusuf Kalla (JK) menyatakan, ekonomi global saat ini memang tengah diliputi ketidakpastian, utamanya karena perang dagang antara Amerika Serikat (AS dan China). Imbasnya ekonomi global pun terpukul, IMF bahkan proyeksikan hanya tumbuh 3% pada 2019.

Baca Juga: BI: Ekonomi Global Cuma Tumbuh 3% di 2020 kalau Perang Dagang Berlanjut

Meski demikian, JK menyebut hal itu menjadi tantangan yang harus dihadapi dan tak boleh ada yang pesimistis, dari kepala negara hingga kepala keluarga. Lantaran dia yakin akan ada masanya perbaikan ekonomi di beberapa tahun kedepan.

"Presiden tidak boleh pesimis. Direktur perusahaan juga tidak boleh pesimis. Kepala rumah tangga juga," ujar dia ketika ditemui di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam.

 Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Global, Sri Mulyani: Berharap Lalu Kecewa

Menurutnya, dalam mengelola keuangan negara, tak jauh berbeda seperti mengelola keuangan sebuah perusahaan maupun rumah tangga. Dalam konteks ekonomi rumah tangga yang melemah, maka kepala rumah tangga akan melakukan penghematan.

Tatapi, penghematan yang dilakukan tersebut tentu bukan dalam jangka panjang. Melainkan hal pokok yang berkaitan dengan investasi masa depan tetap dilakukan, seperti biaya sekolah anak hingga membuka peluang usaha.

"Jadi ini kehidupan ekonomi jalan. Enggak mungkin hanya di rumah, termenung, sedih. Menteri juga begitu, menghemat penting tapi tetap menjaga masa depannya, saat siklus ekonomi ke bawah tapi naik juga nanti," ungkapnya.

 JK

JK menyatakan, dalam kondisi saat ini perencanaan akan masa depan tak bisa dirancang hanya untuk satu tahun mendatang, melainkan hingga tiga atau empat tahun. Kata dia, satu hingga dua tahun merupakan waktu bertahan dari pelemahan, tetapi tahun ketiga dan seterusnya menjadi waktu untuk berkembang kembali.

Keyakinan itu didapat JK, lantaran menilai perang dagang AS dan China tak akan bisa berlangsung terus-menerus. Itu hanya membuat kerugian bagi kedua negara tersebut.

"Apa AS bisa perang dagang lebih dari satu tahun? Pasti tidak. Dia (Presiden AS Donald Trump) akan didemo oleh bangsanya sendiri. Jadi semua bisa diatasi persoalan itu apabila kita punya pandangan yang luas. Jadi optimisme itu pasti ada dua hingga tiga tahun yang akan datang," katanya.

Optimisme itu juga yang dipegang JK saat kembali menjadi pengusaha, usai pensiun dari jabatan wapres sejak Oktober 2019 lalu. JK bilang, dirinya membuat perencanaan bisnis bukan untuk satu tahun ke depan, hal itu juga yang harus dilakukan oleh para pengusaha lainnya.

"Tapi percayalah, sebagai sama-sama pengusaha, saya kembali ke dunia awal saya, meski cuma mantau saja. Jadi buatlah perencanaan tiga hingga empat tahun akan datang, jangan bikin satu tahun saja. Saya kira itu yang utama. Mari kita melihat Indonesia yang lebih panjang dan lebih luas," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini