nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

50 Miliarder Indonesia Kuasai Kekayaan Rp1.884 Triliun

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 05 Desember 2019 11:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 05 320 2138227 50-miliarder-indonesia-kuasai-kekayaan-rp1-884-triliun-BGaf5c1gwv.jpg Kekayaan 50 Miliarder Indonesia Naik (Foto: Forbes)

JAKARTA - Meski ekonomi sedang tertekan, total kekayaan daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2019 naik USD5,6 miliar menjadi USD134,6 miliar atau Rp1.884,4 triliun (kurs Rp14.000 per USD).

Berdasarkan Forbes, Jakarta, Kamis (5/2/2019), hampir setengah dari mereka kekayaannya meningkat. Hal ini yang membuat bos Djarum atau biasa dikenal Hartono Saudara kembali menjadi orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan USD37,3 miliar atau setara Rp522,2 triliun yang disumbang kenaikan saham BCA.

 Baca Juga: 11 Tahun Berturut-turut, Bos Djarum Kembali Jadi Rajanya Orang Terkaya RI

Pada urutan kedua, ada keluarga Widjaja dengan kekayaan USD9,6 miliar yang berasal dari diversifikasi bisnis. Kekayaan mereka berasal dari warisan pendiri grup Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja yang meninggal pada Januari.

Sementara ada nama Prajogo Pangestu yang melonjak ke peringkat ketiga daftar orang terkaya Indonesia. Kekayaannya mencapai USD7,6 miliar yang berasal dari bisnis petrokimia.

Di sisi lain, ada lima orang kaya baru dalam daftar ini, di antaranya adalah penggemar mobil Ferrari dan taipan konstruksi Donald Sihombing yang mendirikan dan menjalankan perusahaan Totalindo Eka Persada yang membangun hotel Four Seasons di Jakarta serta Winarko Sulistyo yang menjual 45% saham kertas kemasan produser Fajar Surya Wisesa ke Siam Cement Thailand pada bulan Mei untuk USD557 juta.

Baca Juga: 10 Orang Paling Kaya di Indonesia, dari Hartono hingga Anthoni Salim

Meskipun, nilai tukar Rupiah dan pasar sahamnya naik masing-masing 1,5% dan 1,6% sejak daftar tahun lalu, namun sebanyak 20 pengusaha kembali mengalami penurunan kekayaannya.

Yang menonjol di antara mereka adalah Susilo Wonowidjojo, yang turun USD2,6 miliar dan tergelincir ke peringkat 4 dari sebelumnya peringkat 2. Harga saham Gudang Garam miliknya turun setelah pemerintah mengatakan pada bulan September tahun depan akan menaikkan harga rokok dan meningkatkan cukai rokok pajak sebesar 23%.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini