Tol Cipali Jadi Salah Satu Titik Krusial dalam Momentum Natal dan Tahun Baru

Vania Halim, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 06 320 2138674 tol-cipali-jadi-salah-satu-titik-krusial-dalam-momentum-natal-dan-tahun-baru-Bnl9VwBOQL.jpg Jalan Tol. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan telah memetakan titik-titik yang dianggap krusial untuk ditangani guna melancarkan penyelenggaraan angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Demikian dikatakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budaya Karya Sumadi kumpulkan sejumlah pihak mulai TNI, Polri, Kementerian/Lembaga terkait, Pertamina, BUMN sektor transportasi, hingga sejumlah asosiasi transportasi.

Beberapa titik krusial yang disampaikan Menhub, seperti operasional sejumlah ruas tol mulai dari tol Trans Jawa, Trans Sumatera, hingga pelabuhan penyeberangan.

Baca juga: Menhub Akan Batasi Operasi Truk saat Natal dan Tahun Baru, Ini Jadwalnya!

"Beberapa daerah yang harus diperhatikan, pertama itu adalah Tol Cipali karena kemungkinan rawan terhadap kecelakaan dan kekurangan rest area. Kemudian yang kedua yang menjadi perhatian kami adalah dengan dioperasikannya tol dari Lampung ke Palembang, maka itu akan timbul lonjakan penumpang Angkutan Penyeberangan baik di Merak maupun di Bakauheni," kata Budi dilansir dari laman Kemenhub, Jumat (6/12/2019).

Untuk jalan Tol Trans Sumatera, Menhub memita kepada pengelola jalan tol untuk menambah rest area yang dilengkapi dengan fasilitas seperti SPBU hingga layanan kesehatan. Hal ini mengingat jarak antar pintu tol cukup jauh. Begitu juga dengan pelabuhan penyeberangan, Menhub meminta kepada pihak PT ASPD untuk mengantisipasi dan meningkatkan pelayannya termasuk soal keamanan dengan berkoordinasi bersama TNI dan Polri.

Tabrakan Beruntun di Tol Cipali Libatkan Bus dan Mobil Pribadi 

Secara khusus untuk wilayah Indonesia Timur, Menhub menyebut adanya potensi kekurangan armada kapal. Untuk itu secara tegas Menhub meminta kepada Dirjen Perhubungan Laut dan PT Pelni sebagai operator kapal untuk berkoordinasi guna memetakan daerah mana yang berpotensi kekurangan armada kapal.

"Yang penting juga adalah di Indonesia Bagian Timur di Manado itu ada kekurangan kapal. Saya minta kepada PT Pelni, Dirjen Perhubungan Laut untuk memperhatikan itu bahkan bagi provinsi yang belum hadir di sini seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, saya minta Dirjen Perhubungan Laut berkoordinasi karena itu memetakan daerah mana yang harus di supply tambahan kapal", jelasnya.

Selain fokus pada saran dan prasarana, Menhub juga meminta kepada BMKG dan Basarnas untuk fokus di sejumlah titik terutama di Selat Sunda, Banyuwangi, dan Bali.

Pada kesempatan yang sama Asisten Operasi Kapolri Irjen Martuani Sormin menjelaskan Operasi Lilin akan berlangsung selama 10 hari sejak 23 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020.

Ribuan personil dari unsur Kepolisian akan diterjunkan untuk mengamankan rumah ibadah hingga infrastruktur transportasi seperti bandara dan pelabuhan.

H-6 Jelang Lebaran Tol Cipali Mulai Dipadati Pemudik

"Kami akan memberlakukan operasi lilin dengan melibatkan 120 ribu personil Polisi dan 70 ribu personil TNI untuk seluruh wilayah Indonesia. Adapun objek yang jadi perhatian adalah tempat ibadah, tempat hiburan, keramaian, mall, bandara dan pelabuhan itu diperkirakan sekitar 60 ribu personil," ungkapnya.

Kementerian Perhubungan akan menyelenggarakan monitoring posko angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mulai dari 19 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020. Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus libur akan terjadi sejak Jumat sampai Selasa (20/12/2019 - 24/12/2019). Sedangkan puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada Senin sampai Rabu (29/12/2019 - 31/12/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini