nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketersediaan Infrastruktur Penyebab Performa dan Biaya Logistik Mahal

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 12:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 11 320 2140558 ketersediaan-infrastruktur-penyebab-performa-dan-biaya-logistik-mahal-AfJldkJb7t.jpeg Jalan Trans Papua. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - Pemerintah tengah fokus mendorong pengembangan ekonomi di wilayah timur Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memacu pemerataan pembangunan dan perekonomian di timur Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Arif Baharudin mengatakan, di antara wilayah lainnya, memang timur masih sangat tertinggal. Salah satu penyebabnya masalah infrastruktur.

Baca Juga: Jokowi Terbitkan Perpres Percepatan Pembangunan Kawasan Gerbang Kertasusila

"Kawasan timur daerah tertinggal karena kepulauan dan terluar dan indeks pembangunan manusia harus diperhatikan termasuk konektivitas dan infrastruktur dari kondisi yang ada. Makanya pemerintah beri perhatian kepada Indonesia timur," ujarnya dalam acara IDX Channel Economic Outlook di Hotel Century, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Infrastruktur

Secara umum saja, infrastruktur Indonesia masih kalah dan tertinggal jauh dari negara tetangga. Hal ini berakibat pada biaya transportasi dan logistik yang tinggi sekali.

Terhadap daya saing, logistik Indonesia pun jadi tertinggal di wilayah Asia Tenggara. Berdasarkan data Bank Dunia, indeks performa logisitik 2018, Indonesia berada di level 3,15 dari skala terbesarnya adalah 5.

Baca Juga: Upaya Mendorong Investasi dan Ekspor di Jateng dan Jatim

"Tidak hanya itu. Dengan konektivitas yang bagus tentunya hasilnya bisa lebih nyata dan lebih dari tahun-ketahun kita monitor perkembangan," jelasnya.

Oleh karena itu, permasalahan logistik ini diperlukan sinergi dari semua pihak untuk mendapatkan jalan keluar. Misalnya dari pihak pelabuhan, bisa menginisiasi untuk menerapkan program direct ekspor dan direct call.

Menurutnya, program ini sebenarnya sudah pernah dijalankan oleh PT Pelindo IV (Persero). Lewat program ini, bisa meningkatkan ekspor produk pertanian di daerah Sulawesi Selatan dan diperkirakan akan terus meningkat.

Dari sisi bea dan cukai yang diwakili pemerintah juga bisa memberikan fasilitas - fasilitas baru yang bisa meningkatkan ekspor dengan kawasan berikat mandiri. Fasilitas ini diberikan untuk memberikan kemudahan kepada para pengguna jasa perdagangan.

"Tentunya kita banyak insiasi dengan dana alokasi khusus ke Papua Barat dan Papua ada beberapa dana alokasi khusus afirmasi untuk pembangunan infrastruktur badan penugasan spesifik area mendapatkan jenis dana penugasan berbeda dan alokasi dana desa porsinya lebih besar . Pertama Masyarakat yang dibantu lebih banyak dan indeks kemahalan konstruksi lebih tinggi. Untuk itu wajar dana desa lebih besar," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini