Share

Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 14,7% Jadi Rp171,83 Triliun

Irene, Okezone · Kamis 12 Desember 2019 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 12 320 2141009 industri-asuransi-jiwa-tumbuh-14-7-jadi-rp171-83-triliun-yS6z3eoEO9.jpg Ilustrasi Asuransi. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional meningkat 14,7% dari Rp149,87 triliun di kuartal III-2018 menjadi Rp171,83 triliun di kuartal III-2019. Kinerja industri asuransi jiwa terserbut dihimpun dari 59 perusahaan dari 60 total anggota.

Kinerja kuartal III-2019 juga menunjukkan peningkatan jumlah tertanggung dan polis yang merefleksikan kontribusi dari hasil atas upaya sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman atas pentingnya asuransi dan mendorong inklusi dalam industri asuransi. Sejalan dengan pentingnya peran sumber daya manusia dan komitmen industri asuransi, data juga mencatat meningkatnya jumlah tenaga pemasar yang berlisensi sebagai bagian dari program pengembangan kapasitas industri secara terus menerus.

Baca Juga: Syarat Jadi Anggota Konsorsium Asuransi Aset Milik Pemerintah

Lebih dari itu, terdapat pencapaian dalam meningkatnya peran pelaku industri asuransi jiwa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui tercatatnya peningkatan atas jumlah total klaim dan manfaat kesehatan yang dibayarkan.

“Kami bergembira atas pencapaian-pencapaian ini sekaligus bersyukur bahwa industri asuransi jiwa secara konsisten memperoleh kepercayaan dari masyarakat, jika dilihat dari meningkatnya jumlah tertanggung dan pendapatan yang meningkat signifikan. Lebih dari itu, terdapat pencapaian dalam meningkatnya peran pelaku industri asuransi jiwa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui tercatatnya jumlah total klaim dan manfaat kesehatan yang dibayarkan sebesar Rp8,17 triliun oleh pelaku industri di tahun 2019 dan menunjukkan peningkatan sebesar 15,8% dibandingkan tahun 2018 yang mencatatkan Rp7,05 triliun," ujar Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/12/2019).

Asuransi

Dia melanjutkan, data juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan tenaga pemasar dalam industri asuransi jiwa dan kapabilitas dalam tenaga kerja dalam industri asuransi, di mana jumlah agen berlisensi, yang merupakan ujung tombak dalam menjelaskan tentang manfaat asuransi kepada masyarakat, meningkat.

Baca Juga: 7 Alasan Kamu Harus Punya Asuransi Jiwa

Dari data total pendapatan premi, tercatat kenaikan sebesar 2% di mana di kuartal III-2018 mencatat Rp140,94 triliun sementara 2019 mencatat Rp143,77 triliun, di mana peningkatan disebabkan oleh Total Premi Baru yang meningkat sebesar 0,5% dari Rp89,58 triliun menjadi Rp89,98 triliun.

Pada 2018 peningkatan total premi baru lebih tinggi dibanding total premi lanjutan, di 2019 total premi lanjutan meningkat lebih tinggi dari total premi baru yaitu sebesar Rp53,78 triliun sementara di 2018 tercatat Rp51,36 triliun.

Jika dilihat lebih lanjut, Bancassurance memiliki kontribusi terbesar terhadap total premi sebesar 41,8% kemudian diikuti oleh keagenan sebesar 39,9% dan alternatif lain sebesar 18,4%.

Kenaikan signifikan terjadi dalam hasil investasi sejumlah 1.456,0% dibanding dengan kuartal III-2018, di mana tahun lalu tercatat Rp1,28 triliun sementara tahun ini mencatat Rp19,97 triliun. Kenaikan signifikan ini dimungkinkan oleh meningkatnya pemahaman masyarakat atas peran asuransi termasuk sebagai investasi.

Peningkatan signifikan dalam hasil investasi juga diikuti oleh peningkatan signifikan dalam klaim Reasuransi di mana jika di tahun 2018 pada kuartal III mencatat Rp2,87 triliun maka pada tahun 2019 mencatat Rp4,07 triliun. Meskipun demikian, peningkatan signifikan tidak dicatat oleh pendapatan lain-lain yang mengalami penurunan sebesar 15,9%

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini