Tips Beli Tiket Pesawat Lewat Online saat Libur Nataru, Harus Teliti!

Irene, Jurnalis · Selasa 17 Desember 2019 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 320 2142849 tips-beli-tiket-pesawat-lewat-online-saat-libur-nataru-harus-teliti-YFKgh6euIP.jpg Pesawat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau calon pengguna transportasi udara untuk teliti dalam pembelian tiket pesawat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Khususnya pada jadwal, kelas dan jenis penerbangan yang dipilih.

Baca Juga: Hati-Hati Beli Tiket Pesawat Online, Banyak Penyesatan Informasi

Ketelitian ini dinilai Direktoral Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub agar membantu calon pengguna jasa transportasi udara dalam memilah berbagai pilihan baik Travel Agent maupun Online Travel Agent (OTA). Ketelitian ini diharapkan dimiliki pengguna mulai dari pemilihan rute dan kelas penerbangan. Hal ini karena rute dan kelas sangat berkaitan dengan tarif yang akan dibebankan nantinya.

"Saya mengimbau kepada masyarakat agar selalu teliti dan bijak dalam membeli tiket pesawat, baik itu melalui Travel Agent maupun OTA. Pastikan bahwa rute dan kelas penerbangan yang dipilih adalah sesuai dengan yang dinginkan" kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Baca Juga: Tiket Pesawat di Natal dan Tahun Baru Diskon 40%, Ini Daftar Rutenya!

Pemerintah telah mengatur terkait tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) pesawat kelas ekonomi. Komponen tiket kelas ekonomi terdiri dari beberapa komponen yaitu tarif jarak/basic fare, PPn 10% dari tarif jarak, IWPU sebesar Rp5.000, dan PJP2U/PSC.

Sedangkan untuk tarif dasar penerbangan kelas bisnis, Pemerintah tidak mengatur TBA dan TBBnya. Tarif kelas bisnis lebih mahal dari kelas ekonomi. Namun perbedaan harga ini akan tetap mengikuti klasifikasi penerbangan langsung (direct flight) dan tidak langsung (transit). Penerbangan transit akan lebih mahal dari penerbangan langsung.

 Ilustrasi tiket pesawat

Perhitungan penerbangan transit merupakan akumulasi tarif dari satu rute ke rute berikutnya. Mengambil contoh penerbangan Jakarta (CGK) - Ambon (AMQ) dengan sekali transit di Makassar (UPG). Perhitungan tarif yang diberlakukan adalah Jakarta (CGK)-Makassar (UPG) dan Makassar (UPG)-Ambon (AMQ).

Berdasarkan KM 106 tahun 2019, penerbangan no frills atau standar pelayanan minimum berlaku ketentuan TBA 85% x 3.040.000 = Rp 2.584.000. Sedangkan penerbangan full service, tetap berlaku tarif sesuai TBA yang diatur dalam KM 106 tahun 2019 yakni 3.040.000.

Di layanan aplikasi Online Travel Agent (OTA), rute Jakarta (CGK) - Ambon (AMQ) untuk keberangkatan tanggal 20 Desember dengan layanan no frills dengan sekali transit dikenakan tarif berkisar Rp2.430.000 hingga Rp2.511.500. Sementara untuk penerbangan no frills dengan 2 kali transit berlaku tarif berkisar Rp2.744.700 hingga Rp.2.808.800.

Tarif yang berbeda akan terlihat di maskapai dengan layanan full service. Misalnya pada maskapai Garuda Indonesia berlaku tarif kisaran Rp3.479.00 hingga Rp3.807.400. Sedangkan dengan 2 kali transit dikenakan tarif sebesar Rp5.140.900.

 Ilustrasi tiket pesawat

Oleh karena itu, Polana mengingatkan 6 hal penting sebelum membeli tiket pesawat. Pertama, pastikan jadwal dan rute penerbangan yang diinginkan. Kedua, pastikan bahwa kelas penerbangan yang diminta adalah ekonomi atau bisnis. Ketiga, pastikan bahwa penerbangan tersebut adalah penerbangan langsung atau penerbangan transit.

Kemudian, keempat, pastikan mengisi data diri dengan benar dan nomor kontak yang bisa di hubungi. Kelima, pastikan bahwa penerbangan tersebut memberikan bagasi atau tidak, dan keenam, pastikan bahwa pengguna memerlukan kebutuhan khusus atau tidak.

"Sehingga, calon pengguna jasa tranportasi udara tidak salah paham terkait dengan harga tiket dan dapat memperoleh layanan yang terbaik," ujar Polana.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini