Kurang Pasokan, Harga Kopi Naik 7%

Irene, Jurnalis · Rabu 18 Desember 2019 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 17 320 2143097 kurang-pasokan-harga-kopi-naik-7-l7oesbwgfX.jpg Ilustrasi Kopi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Harga kopi alami kenaikan sebesar 7% menjadi USD1,3895 atau Rp19.169 (Kurs Rp13.795/USD). Kurangnya pasokan produsen kopi menjadi penyebab kenaikan harga ini.

Harga kopi saat ini diperkirakan menjadi harga kopi yang tertinggi sejak 2015 lalu. Harga kopi naik sebesar 38% tahun ini.

"Harga (kopi) sangat, sangat mahal dari asalnya, tahun ini kita mengalami defisit. Brasil sebagai produsen terbesar, menghasilkan lebih sedikit kopi. Seperti yang diketahui, Brasil memiliki siklus panen dua tahunan, jadi selalu ada tahun produksi dan tahun libur. Tahun sebelumnya memang mencatat rekor panen,” kata direktur perdagangan di Comexim AS Rodrigo Costa.

Tak hanya Brasil, produsen kopi di Amerika Serikat dan Amerika Latin hanya mendapat sedikit hujan sehingga tanaman kopi rusak karena kurangnya resapan air. Sedangkan menurut data terakhir ICE menunjukkan penurunan drastis persediaan kopi di Brasil yang awalnya 2 juta bags menjadi 975 bags.

CEO KKM Financial Jeff Killburg mengatakan adanya kepanikan di pasar kopi. “Ada kekhawatiran jika petani kopi menjual kopi mereka, mereka tidak mampu memenuhi permintaan pasar,” tutupnya. 

Baca Selengkapnya: Harga Kopi Melonjak Paling Tinggi Sejak 2015

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini