Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Bos Baru PLN, dari Dipimpin Bankir hingga Rudiantara Batal Menjabat

Irene , Jurnalis-Senin, 30 Desember 2019 |06:21 WIB
Fakta Bos Baru PLN, dari Dipimpin Bankir hingga Rudiantara Batal Menjabat
Dirut PLN Zulkifli Zaini (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merombak jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang baru dari PT PLN (Persero). Perombakan itu diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada Senin 23 Desember 2019.

Hal ini menjadi penantian cukup panjang akan adanya perombakan tersebut. Pasalnya, posisi Plt dirut PLN sudah cukup lama belum dipastikan.

Bahkan hingga banyaknya isu yang tersebar, seperti mulai dari Mantan Kemenkominfo Rudiantara yang diisukan menduduki kursi Dirut hingga Dirut sah PLN yang adalah seorang bankir.

 Baca juga: Di Hadapan Pegawai PLN, Zulkifli Zaini: Jaga Integritas

Oleh sebab itu, Senin (30/12/2019), Okezone telah merangkum fakta terkait direksi baru PLN ini. Berikut faktanya:

 Zulkifli Zaini

1. Rudiantara Tak Jadi Dirut

Nama Rudiantara sebelumnya digadang-gadang akan menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero).  Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)  ini disebut oleh Istana akan menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero).

 Baca juga: Di Hadapan Pegawai PLN, Zulkifli Zaini: Jaga Integritas

Namun, nyatanya dalam RUPS hari ini, Zulkifli Zaini yang menjadi Dirut PLN. Bahkan, dalam jajaran Direksi dan Komisaris PLN yang baru, nama Rudiantara tak masuk daftar. Salah satu orang yang menyebut Rudiantara menjadi Dirut PLN adalah Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

2. Sosok Zulkifili, Dirut PLN yang seorang bankir

Untuk posisi Direksi, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengangkat Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama perseroan dan menetapkan Darmawan Prasodjo sebagai Wakil Direktur Utama. Kemudian juga mengangkat Sinthya Roesly sebagai Direktur Keuangan.

 Baca juga: Bukan Rudiantara, Ini Fakta di Balik Penunjukan Zulkifli Zaini Jadi Bos PLN

“Baik Pak Amien maupun Pak Zulkifli memiliki rekam jejak yang sangat baik, siap berkeringat dan berakhlak. Sama dengan Dirut dan Komut BUMN lainnya. Saya akan intens bertemu secara reguler setiap bulan untuk memastikan berbagai rencana besar yang menjadi prioritas Pemerintah,“ ucap Erick Thohir.

Zulkifli tidak asing dalam dunia bankir Indonesia. Pria kelahiran Bukit Tinggi, 13 Januari 1956 ini mengawali kariernya sebagai account officer di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) yang kemudian menggabungkan diri dengan Bank Mandiri pada 1998.

 Baca juga: Reaksi Luhut Ketika Zulkifli-Darmawan Jadi Bos Baru PLN

Zulkifli juga menjabat komisaris independen Bank Negara Indonesia (BNI) sejak 17 Maret 2015 sekaligus Dewan Pengawas Indonesian Bankers Association (IBI).

3. Mantan Waketum KPK Amien Sunaryadi Jadi Komisaris Utama PLN

Dalam RUPS yang berlangsung pada Senin, (23/12/2019) ini, memutuskan mengangkat dan menetapkan Amien Sunaryadi sebagai Komisaris Utama PLN. Sementara posisi Wakil Komisaris Utama akan diisi oleh Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Pertamina.

Amien Sunaryadi adalah wakil ketua KPK periode 2003-2007. Selama jabatannya, Amien memperkenalkan pemberantasan korupsi yang progresif dan menjadi konseptor dari tindakan penggeledahan dan surveillance yang dilakukan oleh KPK untuk mengungkap kasus korupsi high profile.

4. Menteri BUMN Tugaskan Direksi Baru Tak Ada Lagi Mati Listrik

Usai dilantik, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, ada lima tugas yang dititipkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir kepada dirinya. Salah satunya adalah memastikan tidak ada lagi kasus blackout (mati listrik total) seperti yang terjadi pada beberapa waktu lalu.

"Kami menyadar harapan masyarakat dan tantangan besar PLN dan jangka pendek dan panjang jadi perusahaan listrik yang mana sebaik-baiknya kita harus mampu mengatasi pemadaman listrik," ujar Zulkifli di Kementerian BUMN, Jakarta.

Selain itu lanjut Zulkifli, tugas kedua yang diberikan adalah dengan menetapkan tarif listrik yang terjangkau. Artinya, tidak boleh lagi ada tarif listrik yang mahal. "Sudah barang tentu tarif kita harus terjangkau dan berkeadilan," ucapnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement