Meski demikian, penumpang tak mendapatkan fasilitas penginapan maupun makanan sebagai ganti rugi akibat pembatalan penerbangan tersebut. Hal ini terjadi karena persoalan gagal terbang itu dikarenakan bencana alam bukan akibat kesalahan operasional pihak maskapai.
"Jadi kalau sampai besok Halim masih banjir, maka kami alihkan ke Cengkareng. Ini persoalan cuaca dan kami berupaya untuk tetap mengakomodir berangkat. Selain itu kami enggak bisa turuti keinginan bapak ibu (terkait penginapan dan makanan)," katanya.

Usai hal tersebut disepakati, para penumpang pun diminta untuk melakukan pengambilan barang-barang yang ditaruh di bagasi. Pihak maskapai pun menyebut, penumpang tak bisa melakukan penitipan di bandara, lantaran tak ada fasilitas dan ruang yang cukup untuk hal tersebut.
"Jadi silakan bisa mengambil bagasinya kembali. Besok sudah bisa check in di bandara ini pukul 06.00 WIB. Terkait penumpang yang butuh surat bukti pembatalan penerbangan nanti kami berikan, kami print dahulu," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.