nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hujan Ekstrem Berlanjut, Menteri PUPR Turunkan Pegawai ke 180 Titik

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 15:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 03 320 2148917 hujan-ekstrem-berlanjut-menteri-pupr-turunkan-pegawai-ke-180-titik-E5qLWAi8Fc.jpg Rumah Banjir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menurunkan 280 pegawai ke 180 titik di kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) guna mengatasi banjir. Seperti diketahui, curah hujan yang tinggi sejak 1 Januari 2020 menyebabkan banjir besar di wilayah Jabodetabek.

Seperti banjir yang terjadi di Perumahan Kemang Pratama, Bekasi, menurut Basuki disebabkan oleh jebolnya 3 tanggul yang berada di sekitar perumahan, akibat tak mampu lagi menahan debit air. Pihaknya akan memperbaiki kerusakan tersebut.

Baca Juga: Viral Dirut KAI Naik Getek Berkursi Cek Banjir, Ternyata Ini Alasannya

"Hari ini kami menerjunkan 280 pegawai PUPR ke 180 titik, kayak di Kemang Pratama ada yang jebol. Di tempat lainnya, misalnya pompa yang rusak, kami akan menginventarisasi. Senin akan kami kerjakan," ungkap dia saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Hal ini sekaligus sebagai upaya mengantisipasi perkiraan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebut hujan ekstrim bakal terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 15 Januari 2020. Hal ini dikarenakan masuk aliran udara basah dari arah Samudra Hindia.

Menteri Basuki

"Ini kami kerjakan, karena mengejar tanggal yang katanya mau jadi (puncak curah hujan), 11-12-13-14-15 (Januari 2020) kan, itu kita akan persiapan di situ," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut hujan ekstrem bakal terjadi di Jabodetabek, wilayah bagian barat Sumatera, dan beberapa wilayah di Pulau Jawa pada 5-10 Januari 2020. 

Lalu pada 10-15 Januari 2020 aliran udara basah dari arah Samudera Hindia akan bergerak ke wilayah lainnya seperti pulau Kalimantan dan Sulawesi.

Baca Juga: Imbas Banjir, Pengiriman Barang di Jabodetabek Mandek

“Fenomena ini dapat meningkatkan kembali intensitas curah hujan. Diprediksi akan terulang lagi di akhir Januari sampai awal Februari. Biasanya 3,4,5 hari dan diprediksi lagi terjadi di pertengahan Februari,” tuturnya.

Atas dasar itu, Dwikorita berharap dengan prediksi ini diharapkan antisipasi mitigasi segera dilakukan agar tak kembali terjadi banjir ke depannya. “Sehingga periode tersebut tentunya perlu diantisipasi secara lebih dini disiapkan mitigasinya,” ucapnya. (KMJ)

(ABD)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini