nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Kapal China Masuk Natuna, Ini Kata Menko Luhut

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 21:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 03 320 2149096 soal-kapal-china-masuk-natuna-ini-kata-menko-luhut-f9ZNCxdEsM.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, persoalan masuknya kapal-kapal ikan dan kapal Coast Guard China ke Perairan Natuna, Kepulauan Riau, untuk tidak dibesar-besarkan. Namun, hal tersebut menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk lebih memperketat pertahanan serta pengawasan.

"Sebenarnya nggak usah dibesar-besarin lah. Soal kehadiran kapal itu," ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

 Baca juga: Menteri Edhy: Menkeu Setuju Kapal Sitaan Asing Dihibahkan ke Nelayan

Luhut menyebut, persoalan adanya kapal asing yang masuk wilayah Perairan Natuna mencerminkan kurangnya keamanan di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya meningkatkan keamanan di wilayah perairan.

 Luhut Binsar Pandjaitan

Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan untuk menambah pasukan serta unit kapal pengawasan guna memperketat pertahanan di Perairan Natuna yang diakuinya masih minim petugas patroli.

 Baca juga: Pemerintah Akan Beri Kapal Bekas Pencuri Ikan ke Nelayan

"Seharusnya kita marah pada diri kita sendiri. Kita punya kapal tapi belum cukup, sehingga presiden memerintahkan lagi untuk membangun lebih banyak kapal dan coast guard kita yang patroli," katanya.

Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan pun berencana membeli kapal patroli dengan ukuran 138-140 kelas frigate pada tahun ini untuk menjaga wilayah Perairan Natuna. Meski demikian, Luhut tak menyebutkan berapa unit kapal yang akan dibeli.

 Baca juga: Kapal Sitaan Tak Lagi Ditenggelamkan? Menko Luhut Panggil Sri Mulyani dan Edhy Prabowo

Dia pun meminta untuk persoalan ini tidak semakin melebar, sehingga tidak malah berdampak pada investasi China di Indonesia. "Makannya (supaya enggak ganggu investasi), saya bilang untuk apa diributin. Sebenarnya kita juga musti lihat kalau ini harus membenahi diri kita," katanya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini