nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Rp1.512 Triliun, Bill Gates: Sistem Ini Tidak Adil

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Sabtu 04 Januari 2020 20:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 04 320 2149236 punya-rp1-512-triliun-bill-gates-sistem-ini-tidak-adil-fzj8wMqorj.jpg Bill Gates (Foto: CNBC)

JAKARTA – Salah satu pendiri Microsoft Bill Gates tercatat sebagai orang terkaya nomor dua di dunia. Menurut data Forbes, Gates memiliki kekayaan sebanyak USD108,8 miliar atau Rp1.512,3 triliun (Kurs Rp13.900 per USD).

Walau bergelimangan harta, Gates menilai kekayaan fantastis miliknya itu tidak adil.

“Jarak antara pendapatan atas dan bawah di Amerika Serikat jauh lebih besar daripada 50 tahun yang lalu," tulis Gates dalam sebuah postingan di blog miliknya, seperti dikutip CNBC, Sabtu (4/1/2020).

Baca Juga: Bill Gates Berikan Hadiah Natal Spesial untuk Wanita Ini

“Beberapa orang mendapatkan imbalan yang layak atas apa yang dikerjakannya, namun ada juga orang yang bekerja dengan susah payah dan tidak dibayar dengan nilai yang sepadan,” lanjut Gates.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Gates mengatakan pemerintah AS harus menaikkan pajak bagi orang-orang kaya.

Baca Juga: Bukan Uang, Ini yang Membuat Seorang Bill Gates Bahagia

“Saya mendukung sistem pajak di mana jika kamu memiliki banyak uang, kamu harus membayar persentase pajak yang lebih tinggi. Saya pikir orang kaya harus membayar lebih dari yang dibayarkan sebelumnya,” kata Gates yang kini sebagai Ketua Microsoft.

Secara khusus, Gates mengatakan harus ada pajak capital gain yang lebih tinggi (pajak atas uang dari investasi). Tidak ada satu pun orang terkaya di dunia yang memperoleh kekayaan hanya melalui gaji tinggi, dan karena itu Gates percaya bahwa pemerintah “harus mengalihkan lebih banyak beban pajak ke modal investasi” daripada gaji.

"Bukti paling jelas yang saya lihat bahwa sistem ini tidak adil," katanya.

Miliarder sekaligus pengusaha bidang teknologi, Mark Cuban, juga menilai perbedaan antara orang kaya dengan orang yang kurang mampu.

“Jika seseorang hanya akan dibayar per jam, mereka akan selalu ketinggalan,” ujar Cuban, “kesenjangan juga akan semakin melebar.”

Cuban juga menyarankan kepada pada pendiri atau pemilik perusahaan dapat membagikan saham perusahaanya kepada karyawan. “Kita sebagai pengusaha harus membuat titik untuk memberikan stok kepada semua orang yang bekerja untuk kita.”

Gates melakukan hal di layanan streaming online Broadcast.com, yang didirikannya bersama rekan sejawatnya. Kemudian Broadcast.com dijual ke Yahoo pada tahun 1999 dengan harga hampir USD6 miliar atau Rp82 triliun.

"Tiga ratus dari 330 karyawan (Broadcast.com) menjadi jutawan,” ujar Cuban saat membahas pembagian saham kepada karyawannya.

Tidak hanya memandang perpajakan AS yang kurang adil, Gates juga menilai bahwa AS harusnya memiliki pajak tanah yang lebih tinggi. Pasalnya, dengan menetapkan pajak tanah yang tinggi pasti akan mempengaruhi orang-orang kaya.

“Sistem dinasti di mana kamu dapat memberikan kekayaan kepada anak-anakmu itu tidak baik. Generasi berikutnya belum tentu bernasib sama untuk bekerja keras dan berkontribusi pada ekonomi, "kata Gates.

Gates mengatakan itu adalah salah satu alasannya untuk mendirikan The Giving Pledge dengan Warren Buffet CEO Berkshire Hathaway. The Giving Pledge adalah wadah para miliarder untuk memberikan uang mereka untuk badan amal.

“Saya tahu banyak dari miliarder adalah orang-orang yang sangat baik. Mereka mencintai Amerika dan menghargai kesempatan yang diberikan negaranya kepada mereka. Banyak yang telah bergabung dengan Giving Pledge, berjanji untuk memberikan sebagian besar kekayaan mereka kepada filantropi,” ungkap Buffet.

“Sebagian besar tidak keberatan disuruh membayar lebih dari pajak yang harus dibayarkan, terutama ketika banyak warga mereka yang harus dibantu,” tambah Buffett.

Pada dasarnya, baik melalui pajak atau filantropi, kekayaan luar biasa perlu diinvestasikan kembali dalam masyarakat, menurut Gates.

"Kekayaan kami datang dengan kewajiban untuk memberi kembali kepada masyarakat, dan pada tahun 2020, kami berkomitmen untuk terus memenuhi kewajiban itu: melalui pajak kami, melalui yayasan kami, dan melalui pemberian pribadi kami,” sambung Gates.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini