JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan penerbangan perintis ke daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T) di seluruh Indonesia merupakan program prioritasnya.
"Penerbangan perintis adalah prioritas program kami. Sebagai pendukung dari program pemerintah sesuai visi-misi Presiden Joko Widodo yang menjamin penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran," ujar Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti di kantornya, Kamis (9/1/2020).
Baca Juga: Bakal Ada 188 Rute Penerbangan Perintis ke Daerah Terpencil
Kemudian lanjut dia, selain membuka penerbangan di daerah terluar, terpencil, tertinggal dan perbatasan. Penerbangan perintis juga dapat membantu pemerataan pembangunan.
"Sehingga membuka potensi ekonomi wisata dan investasi di seluruh wilayah yang dilayani," ungkap dia.
Baca Juga: Konflik Iran-AS, Maskapai RI Diminta Ubah Rute Penerbangan
Dia menjelaskan pihaknya ingin angkutan udara dapat tersinkronisasi dengan program lain. Seperti tol laut yang dikoordinir Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
"Sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya," imbuhnya.