Amankan Perairan Natuna, RI Beli Kapal Ocean Going dari Denmark

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 17 320 2154462 amankan-perairan-natuna-ri-beli-kapal-ocean-going-dari-denmark-KOdW6qBADv.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, penguatan keamanan di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, dilakukan dengan penempatan kapal berukuran besar 138-150 meter atau jenis Ocean Going. Hal ini berkaitan dengan masuknya kapal Coast Guard China ke Perairan Natuna.

Menurutnya, kapal ini sudah dibeli Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Kapal Ocean Going dibeli pemerintah dari Denmark.

Baca Juga: Mengintip Harga Ikan di Natuna, Tembus Jutaan Rupiah per Ekor

"Mengenai kapal, memang betul Pak Prabowo saya lihat sudah beli Ocean Going dari Denmark. Jadi dia (kapal) akan bisa berlayar free guard ini di laut bebas. Kita selama merdeka belum punya Ocean Going," ujar Luhut dalam acara diskusi bersama media di kantornya, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Baca Juga: China 'Wara-wiri' di Natuna, Ternyata Menyimpan 2 Ikan yang Spesial

Setelah pembelian kapal ini, Luhut pun berharap Badan Keamanan Laut (Bakamla) turut memiliki kapal berukuran besar untuk menunjang penjagaan perairan Indonesia.

"Jadi punya yang seperti itu, tapi bukan free guard tapi sekelas itu supaya kapal coast guard kita berlayar di Natuna," imbuhnya.

Dia menambahkan, pemerintah juga akan memperkuat peran Bakamla dalam menajaga pertahanan Indonesia melalui omnibus law. Menurutnya, perubahan perundang-undangan terkait Bakamla akan dilakukan setelah rampung Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan Omnibus Law Perpajakan, yang rencananya akan diserahkan ke DPR pekan depan untuk dilakukan pembasahan.

"Setelah masuk ke parlemen, nanti butuh tiga bulan (pembahasan), setelah itu kita ajukan lagi omnibus menyangkut masalah Bakamla. Jadi, kewenangan itu intinya kita mau coast guard seperti negara lain. Jadi, enggak ada yang aneh-aneh, selama ini posisi itu tidak terlalu pas," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini