nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Panja Industri Jasa Keuangan, Bos Taspen: Peluang Kami Tunjukkan Investasi Prudent

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 19:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 27 320 2159113 ada-panja-industri-jasa-keuangan-bos-taspen-peluang-kami-tunjukkan-investasi-prudent-ZOBeGWUgR2.jpeg Taspen Tanggapi Panja Kinerja Industri Jasa Keuangan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) atau Taspen, siap menjadi salah satu perusahaan yang disorot kinerjanya oleh Komisi XI DPR RI. Lantaran, DPR membentuk Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Kinerja Industri Jasa Keuangan.

Panja tersebut bakal menyoroti kinerja pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero), AJB Bumiputera 1912, PT Asabri (Persero), PT Taspen (Persero), dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, yang diduga berinvestasi pada aset-aset berkinerja buruk.

Baca Juga: Laba Bersih Taspen Melonjak 42,97% Sepanjang 2019

Direktur Utama Taspen Antonius Steven Kosasih menyatakan, dirinya melihat pembentukan panja tersebut sebagai upaya DPR untuk lebih mengenal perseroan. Menurutnya, hal ini sekaligus jadi kesempatan Taspen untuk menunjukkan kinerja investasi perseroan.

"Kami siap saja, mungkin dibentuk panja malah jadi kesempatan baik juga bagi kami untuk menunjukkan bahwa investasi kami prudent (hati-hati) loh," ujarnya saat konferensi pers di Menara Taspen, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Baca Juga: Erick Thohir Rombak Direksi Taspen, Antonius Steve Kosasih Jadi Dirut

"Selama ini kan tak kenal maka tak sayang, karena ingin lebih kenal, maka DPR panggil kami biar lebih tahu. Mungkin kalau sudah kenal Insya Allah sayang," tambahnya.

Menurutnya, selama ini perseroan melakukan investasi dana pensiun dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut pada aset-aset yang berkinerja baik. Utamanya, pada instrumen yang memberikan hasil tetap (fixed income) yakni pada Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito di bank-bank berplat merah.

Meski demikian, diakuinya investasi pada portofolio saham juga dilakukan perseroan, namun porsinya kecil hanya 4,9% pada saham dan 1,3% pada reksadana saham. Menurutnya, investasi saham juga dilakukan pada emiten-emiten berkinerja baik yakni yang terdaftar pada indeks LQ45.

"Jadi kami dengan senang hati kalau dipanggil oleh panja, saya rasa DPR buat panja dengan perhitungan matang. Kami ikuti saja peraturannya, kami juga akan konsultasi dengan Kementerian BUMN selaku pemegang saham dan stakeholder utama kami," kata dia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini