nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Basuki Minta Kontraktor Swasta Daerah Lebih Aktif Bangun Infrastruktur

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 10:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 31 320 2161110 menteri-basuki-minta-kontraktor-swasta-daerah-lebih-aktif-bangun-infrastruktur-yBARO4CBh4.jpeg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap peran kontraktor swasta dengan kualifikasi kecil bisa lebih besar lagi dalam menggarap proyek infrastruktur. Khususnya untuk menggarap proyek-proyek yang memiliki paket nilai di bawah Rp100 miliar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pada tahun ini pemerintah menganggarkan Rp120 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Dari total jumlah anggaran tersebut Rp93,5 triliun di antarannya sudah dilelang oleh Kementerian PUPR.

Baca Juga: Lelang Dini Proyek, Jokowi: Saya Apresiasi Kementerian PU

Oleh karena itu, dirinya mendorong untuk kontraktor lokal bisa ikut serta dalam pembangunan infrastruktur. Salah satu buktinya adalah dengan dilakukan penandatanganan 100 paket kontrak senilai Rp4,8 triliun yang mana 95%-nya merupakan kontraktor lokal.

"Sejak 6 November 2019 hingga 29 Januari 2020 tercatat sebanyak 3.086 paket senilai Rp 36,2 triliun telah dilakukan tender dini. Bersamaan dengan peresmian Terowongan Nanjung secara simbolis 100 paket kontrak atau senilai Rp 4,8 triliun ditandatangani secara serentak disaksikan Presiden Joko Widodo dan 95% merupakan kontraktor-kontraktor lokal yang hadir,” ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Jumat (31/1/2020).

 Menteri Basuki

Menurut Menteri Basuki, dari 100 paket kontrak yang ditandatangani serentak, hanya diikuti beberapa kontraktor BUMN seperti yang menangani pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok. Sementara paket kontrak sisanya merupakan kontraktor swasta lokal atau daerah yang dilibatkan untuk pekerjaan preservasi jalan, irigasi, air minum, dan pembangunan rumah susun.

“Yang proyeknya di Kendari perusahaannya dari Kendari, yang ada di Wonosari perusahaannya dari Wonosari Gunung Kidul, yang ada di Merauke perusahaannya dari Jayapura, bukan dari luar,” kata Basuki.

Pria yang kerap disebut sebagai Bapak Infrastruktur Indonesia ini juga meminta kepada perusahaan kontraktor lokal untuk menjaga kepercayaan yang sudah diberikan. Misalnya dengan meningkatkan kualitas kontraktor lokal atau daerah dengan pembinaan baik secara konseptual maupun manajerial.

“Jadi saya kira ini hal baik yang merupakan hasil pembinaan Gapensi. Kami secara teknis bisa memberikan pembinaan, tetapi secara manajerial itu pasti hasil dari pembinaan Gapensi. Untuk itu ke depan saya selalu berkomitmen untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan Gapensi dalam rangka penyelenggaraan infrastruktur di Indonesia,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini