Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasca Banjir Bandang di Lebak Banten, Ini yang Dilakukan PUPR

Vania Halim , Jurnalis-Jum'at, 31 Januari 2020 |14:17 WIB
Pasca Banjir Bandang di Lebak Banten, Ini yang Dilakukan PUPR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: IG PUPR)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak Banten saat 1 Januari 2020. Bencana ini melanda 6 Kecamatan yakni Sajira, Cipanas, Lebak Gedong, Curugbitung, Maja, dan Cimarga.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi.

 Baca juga: Menteri Basuki: Terowongan Nanjung Memperlancar Aliran Sungai Citarum

“Kami sangat memperhatikan kebutuhan air bersih di tempat-tempat pengungsian. Kita manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA) terdekat maupun IPA mobile untuk menyediakan air bersih, khususnya ke posko pengungsian”, kata Menteri Basuki melansir website PUPR, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Pada masa tanggap darurat, Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten telah menyalurkan bantuan berupa logistik dan sarana prasarana tanggap darurat di beberapa titik posko pengungsi di Kabupaten Lebak yakni di Kecamatan Sajira dan Lebak Gedong yang meliputi 4 unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter per detik, 12 unit Hidran Umum berkapasitas 2.000 liter per detik, 3 unit tenda pleton pengungsi, toilet mobil sebanyak 3 unit, 1 unit dump truck, serta personil 15 orang.

 Baca juga: 9 Fakta di Balik Peresmian Terowongan Nanjung

Dukungan penanganan infrastruktur tanggap darurat juga dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian dengan menyusun kantung pasir di titik-titik dinding sungai yang jebol akibat banjir seperti di Desa Banjar Irigasi sebanyak 3.000 kantung, di Pesantren La Tansa sebanyak 6.000 kantung, di Desa Sajira 3.000 kantung.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement