JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mendorong untuk kontraktor lokal bisa ikut serta dalam pembangunan infrastruktur. Salah satu buktinya adalah dengan dilakukan penandatanganan 100 paket kontrak senilai Rp4,8 triliun yang mana 95%-nya merupakan kontraktor lokal.
"Sejak 6 November 2019 hingga 29 Januari 2020 tercatat sebanyak 3.086 paket senilai Rp36,2 triliun telah dilakukan tender dini. Bersamaan dengan peresmian Terowongan Nanjung secara simbolis 100 paket kontrak atau senilai Rp4,8 triliun ditandatangani secara serentak disaksikan Presiden Joko Widodo dan 95% merupakan kontraktor-kontraktor lokal yang hadir,” ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Jumat (31/1/2020).

Menurutnya, dari 100 paket kontrak yang ditandatangani serentak, hanya diikuti beberapa kontraktor BUMN seperti yang menangani pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok. Sementara paket kontrak sisanya merupakan kontraktor swasta lokal atau daerah yang dilibatkan untuk pekerjaan preservasi jalan, irigasi, air minum, dan pembangunan rumah susun.
Peran kontraktor swasta dengan kualifikasi kecil bisa diharapkan bisa lebih besar lagi dalam menggarap proyek infrastruktur. Khususnya untuk menggarap proyek-proyek yang memiliki paket nilai di bawah Rp100 miliar.
Baca Selengkapnya: Menteri Basuki Minta Kontraktor Swasta Daerah Lebih Aktif Bangun Infrastruktur
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.