Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi Global Masih Terancam Virus Korona, Ini Penjelasannya

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Minggu, 02 Februari 2020 |18:58 WIB
Ekonomi Global Masih Terancam Virus Korona, Ini Penjelasannya
Ilustrasi Pergerakan Ekonomi Global (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Wabah virus korona diyakini bakal berimbas pada pelemahan ekonomi global. Lantaran China, yang merupakan negara dari virus tersebut berasal, memiliki perekonomian yang besar di dunia, sehingga sangat mempengaruhi ekonomi global.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee memperkirakan, dampak wabah virus korona akan lebih besar dibanding wabah SARS yang menewaskan 800 orang pada 2002-2003. Kala itu, SARS yang juga pertama kali ditemukan di China, penanggulangannya butuh dana kurang lebih USD33 miliar.

"Namun, situasi saat ini berbeda karena China punya perekonomian yang sangat besar, maka kemungkinan butuh dana yang lebih besar dan akan mengganggu ekonomi dunia," ujar Hans dalam risetnya yang diterima Okezone, Minggu (2/2/2020).

Di sisi lain, data indeks manufaktur China bergerak stagnan pada periode Januari di level 50, sesuai perkiraan para analis berdasarkan polling Reuters. Bahkan, kalangan ekonom dan pelaku pasar mengkhawatirkan indeks manufaktur China di Februari 2020 akan berada di 40-45 poin, atau turun tajam akibat merebaknya wabah virus korona.

Baca Juga: Pulang dari Wuhan Pesawat Batik Air Bakal Disterilkan Kembali

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement