Dampak penyebarang virus korona juga mulai terasa ke Amerika Serikat. Wall Street mengalami pelemahan, namun cukup tertahan lantaran Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Robert Redfield menyatakan, dampak risiko virus korona terhadap publik AS tergolong rendah.
Di samping itu, wabah virus korona juga telah mempengaruhi pasar Eropa, setelah Inggris dan Italia mengonfirmasi kasus virus korona yang pertama di negaranya. "Virus korona akan menjadi berita utama yang diperkirakan akan memukul pertumbuhan ekonomi global dan China," kata Hans.
Baca Juga: Antisipasi Virus Korona, Kemenhub Lakukan Penundaan Penerbangan ke China
Meski demikian, lanjutnya, pasar dunia sempat pulih di tengah pekan kemarin, setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan darurat kesehatan global akibat virus korona. Namun, WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan ke China dan menyampaikan China memiliki situasi yang terkendali.
"Hal ini menimbulkan optimisme (pasar) bahwa perekonomian China dan global tidak akan terlalu terganggu akibat virus korona," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.