JAKARTA – Merebaknya Virus Korona atau Novel Coronavirus (2019-nCoV) secara langsung mempengaruhi perekonomian China. Tingkat pertumbuhan negeri tirai bambu ini bisa turun dua poin atau USD62 miliar atau Rp850,3 triliun (Kurs Rp13.715/USD pada kuartal I tahun ini.
Artinya China harus melakukan gebrakan untuk membuat perekonomiannya tidak terlalu memburuk. China harus segera memotong pajak, meningkatkan pengeluaran, serta memangkas suku bunga.
Hal ini sejalan dengan pendapat dari Ahli Ekonomi China Zhang Ming. Dia berpendapat jika bank sentral dapat lebih banyak memotong suku bunga guna menstabilkan perekonomian China.

Selain itu, Bank of China juga mengatakan akan memungkinkan masyarakat di Wuhan serta provinsi Hubei lainnya untuk menunda pembayaran utang mereka selama beberapa bulan jika mereka kehilangan sumber pendapatan karena Virus Korona.
China juga akan memastikan kecukupan likuiditas di pasar keuangan ketika dibuka kembali pada Senin depan usai liburan 10 hari dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek.
Baca Selengkapnya: Virus Korona Ditaksir Rugikan Ekonomi China Rp850,3 Triliun
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.