nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alokasi Anggaran Kartu Pra-Kerja Rp10 Triliun, Ini Rinciannya

Hairunnisa, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 16:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 04 320 2163257 alokasi-anggaran-kartu-pra-kerja-rp10-triliun-ini-rinciannya-gKftmquRWZ.jpg Uang Kertas (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah telah menyiapkan terobosan baru berupa Kartu Pra Kerja. Alokasi dana untuk proyek ini telah dirancang sejak tahun 2019 dan telah terwujud pada APBN tahun 2020.⁣

"Alokasi untuk Kartu Pra Kerja telah dirancang sejak tahun 2019 dan akhirnya terwujud pada #APBN2020," tulis akun instagram resmi Kementrian Keuangan @kemenkeu, Selasa (4/2/2020).

Pra kerja bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pencaharaian kerja, dengan inovasi implementasinya melalui platfrom (digital) bagi para pencari kerja (khususnya anak muda) dan yang sedang bekerja (alih profesi atau korban PHK).

Baca Juga: Berbasis Aplikasi, Kartu Pra-Kerja Bakal Diluncurkan Agustus

Total anggaran mencapai Rp10 triliun dengan target 2 juta peserta. Nantinya kartu prakerja ini memilki akses reguler seperti pelatihan dan sertifikasi di LPK pemerintah (termasuk BLK), LPK sawasta, dan TC industri.

Selain itu juga memiliki akses digital pelatihan yang disediakan oleh swasta peserta memilih jenis pelatihan melalui platfrom digital, seperti GoJek, Tokopedia, Jobstreet, dan lain-lain).

Dari segi keterampilan atau skilling pencari kerja harus freshgraduate, dengan tujuan skill adjustment, pembekalan vocational skill untuk bekerja, dan bertujuan untuk mengurangi jumlah pengangguran.

Baca Juga: Rp10 Triliun untuk Pelatihan 7 Juta Pengangguran lewat Kartu Pra Kerja

Sementara itu untuk Re-skiling sendiri adalah untuk seseorang yang beralih profesi, pekerja PHK, atau potensi PHK dengan memberikan pembekalan vocational skill yang berbeda atau baru untuk alih profesi dan bertujuan untuk mencegah penggangguran bertambah.

"Dengan alokasi sebesar Rp10 T diharapkan mampu memberikan hingga 2 juta peserta untuk melakukan pelatihan baik secara online maupun tatap muka," tambahnya.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini