Marak Virus Korona, Kasino-Kasino di Kota Macau Tutup

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 320 2163744 marak-virus-korona-kasino-kasino-di-kota-macau-tutup-ild9EN6rBe.jpg Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Macau memutuskan untuk menutup kasino-kasinonya akibat dari penyebaran Virus Korona yang korbannya terus melonjak. Pemerintah Macau akan menangguhkan operasi perjudian atau kasino dan industri terkait lainnya selama sekitar kurang lebih dua minggu.

Hal ini ditempuh Macau sebagai tindak lanjut atas 10 kasus penderita Virus Korona yang telah dikonfirmasi oleh pemerintah setempat. Virus Korona secara global telah menewaskan setidaknya 427 orang dan menginfeksi lebih dari 20 ribu orang di beberapa negara yang telah terjangkit epidemi itu.

Baca Juga: Wabah Virus Korona, Produksi Automotif Korea Terhenti

“Keputusan menutup kasino sudah ditinjau oleh ahli. Karena sembilan dari 10 kasus penderita Virus Korona di Macau berstatus pekerja di kasino,” ungkap Kepala Eksekutif Macau, Ho Lat Seng, seperti dikutip CNN, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Adapun batas penghentian kasino di Macau belum ditentukan. Sebelumnya saham kasino di Hong Kong terpantau mengalami penurunan. Sebut saja alaxy Entertainment dan Sands China, kedua saham ini yaitu Indeks Hang Seng (HSI) turun sebesar 2%.

Saham Wynn Macau (WYNMF) dan MGM China (MCHVF), yang juga diperdagangkan di Hong Kong, masing-masing turun 1,7% dan 2,2%. Di Amerika Serikat, Wynn (WYNN) dan MGM (MGM) anjlok 3% dalam perdagangan saham. Yang terparah saham Las Vegas Sands (LVS) turun 5%.

Baca Juga: Penerbangan ke China Dihentikan Dampak Virus Korona, Tahap Awal Berlaku 30 Hari

Sebagai informasi, berjudi merupakan kebiasaan yang lumrah bagi orang Macau sehingga tidak jarang banyak warga yang bertumpu pada keberadaan kasino. Tetapi ancaman kesehatan berupa penyebaran virus korona telah mengancam salah satu sumber utama perekonomian di Macau.

Tahun lalu, kota ini menerima hampir 40 juta pengunjung. Kini, jalan-jalan dan alun-alun yang dulu penuh dengan turis dari daratan China kosong melompong. Ambulans berkeliaran di kota, dioperasikan oleh pekerja darurat yang mengenakan setelan baju pelindung.

Menurut pemerintah Macau, angka pariwisata Januari anjlok 87% dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun terdapat hari libur seperti Tahun Baru Imlek.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini