nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bill dan Melinda Gates Sumbang Rp1,36 Triliun untuk Penanganan Wabah Virus Korona

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 17:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 06 320 2164448 bill-dan-melinda-gates-sumbang-rp1-36-triliun-untuk-penanganan-wabah-virus-korona-bfEPohfZwi.jpg Bill Gates (Foto: Okezone.com/Reuters)

 JAKARTA – Bill dan Melinda Gates memutuskan untuk menyumbangkan donasi sebesar USD100 juta atau Rp1,36 triliun (Kurs Rp13.656/USD) untuk Virus Korona.

Pasangan miliarder ini menyumbangkan donasi itu untuk penelitian, perawatan, dan pencarian vaksin dari Virus Korona yang setidaknya telah menewaskan 563 jiwa dan menginfeksi 28.018 orang.

Sumbangan dari pendiri Microsoft ini merupakan bagian dari anggaran dana yang diselenggarakan oleh World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia. WHO sendiri menargetkan angka sebesar USD675 juta atau Rp9,2 triliun dalam memerangi penyebaran penyakit itu.

Baca Juga: Harga Masker N95 di Bekasi Melonjak Imbas Virus Korona

Melansir Forbes, Jakarta, Kamis (6/2/2020), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan peluang untuk mengendalikan wabah ini besar karena hanya terdapat 190 kasus yang dikonfirmasi berada di luar China.

Dengan angka target sumbangan sekitar USD675 juta atau Rp9,2 triliun, akan digunakan untuk perawatan, penelitian vaksin dan diagnosik Virus Korona ke negara-negara yang dianggap perawatannya kurang. Selain itu sumbangan USD100 juta dari Gates Foundation juga akan digunakan untuk membantu populasi yang kekurangan di Afrika dan Asia Selatan.

Baca Juga: Pasien Diduga Terinfeksi Virus Korona di Austria Melarikan Diri dari Karantina

“Wabah ini harus ditanggapi oleh sains, bukan ketakutan. Kemudian harus ada langkah-langkah yang diambil WHO untuk menanggapinya,” ungkap CEO Gates Foundation, Mark Suzman melalui keterangan tertulis.

Walau sudah menyebar, Direktur Bahaya Infeksi Dr. Sylvia Briand mengatakan Virus Korona tidak diklasifikasikan sebagai pandemi. Namun WHO tetap menyatakan status darurat kesehatan internasional pada 30 Januari 2020 kemarin.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini