RI Uji Coba Penggunaan Bahan Bakar Hijau di Musi Banyuasin dan Riau

Irene, Jurnalis · Jum'at 07 Februari 2020 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 07 320 2164781 ri-uji-coba-penggunaan-bahan-bakar-hijau-di-musi-banyuasin-dan-riau-7FpNtwdQa3.jpg Uji Coba Bahan Bakar Nabati. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro memperkenalkan inovasi dalam bentuk katalis yaitu Bahan Bakar Nabati atau lebih dikenal sebagai green fuel atau bahan bakar hijau. Produk hasil inovasi dalam bentuk katalis ini menjadi produk kedua yang disebutkan Menristekdikti yang akan diprioritaskan pengembangannya oleh pemerintah.

Katalis yang diberi nama katalis Merah Putih adalah hasil temuan oleh tim yang dipimpin oleh seorang profesor dari Institut Teknolog Bandung (ITB). Katalis ini ditengarai dapat mengubah minyak inti sawit.

Baca Juga: Rincian Harga BBM Terbaru, dari Premium hingga Pertamax

"Intinya ini adalah temuan dalam bentuk katalis, yang kita sebut katalis Merah Putih. Di mana katalis yang ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh Profesor Subagyo dari ITB ini bisa mengubah minyak inti sawit,” ujar Bambang Brodjonegoro, dilansir dari laman Setkab, Jumat (7/2/2020).

Minyak inti sawit ini nantinya akan menciptakan tiga jenis bahan bakar yaitu bensin, diesel, dan avtur. Sehingga keseluruhan bahan bakar nabati akan berasal dari kelapa sawit.

Baca Juga: Daftar Lengkap Harga BBM per 1 Februari 2020, Pertalite Tak Turun

Menurut Menristek tahap selanjutnya setelah katalis ditemukan adalah membangun pabrik industri minyak nabati itu sendiri. Hal ini dilakukan untuk kemudian menghasilkan minyak inti sawit dari perkebunan.

Sementara itu, Menristek juga menyebutkan akan digunakannya dua pilot dari dua kabupaten yang berbeda. "Kita akan menggunakan dua pilot di dua kabupaten, yaitu Musi Banyuasin di Sumatra Selatan dan di Pelalawan di Riau," ungkapnya.

Pemerintah saat ini tengah menggencarkan pengembangan tiga produk sebagai bagian dari program super prioritas. Produk ini nantinya harus dikembangkan dengan bekerja sama bersama dunia usaha agar hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Ketiga produk itu antara lain, drone yang diberi nama Elang Hitam, katalis, dan stem cell atau sel punca. Selain itu juga ada garam, obat modern asli Indonesia dan inovasi makanan kaleng tanpa pengawet yang disebutkan oleh Menristekdikti sebagai produk yang juga didorong terus pengembangannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini