NEW YORK - Harga minyak turun 1% pada karena Rusia menyatakan perlu lebih banyak waktu untuk mengurangi produksi karena masih dicari oleh produsen besar. Sementara wabah virus korona membuat kekhawatiran tentang permintaan minyak mentah global.
Harga minyak mencatat penurunan mingguan kelima berturut-turut, karena spekulan mundur karena permintaan yang lebih rendah dan hambatan permintaan karena mewabahnya virus Corona.
Hal ini membuat harga minyak mentah Brent kehilangan 46 sen atau 0,8% menjadi USD54,47 per barel. Brent merosot 6,3% untuk minggu ini.
Baca Juga: Ramalan IMF: Puncak Permintaan Minyak Global Terjadi di 2040
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 63 sen atau 1,2%, menjadi menetap di USF50,32 per barel. Kontrak pembelian menurun 2,4% untuk minggu ini.
"Kurangnya komitmen Rusia untuk kesepakatan seperti memberikan satu elemen bearish tambahan yang saat ini menghalangi kompleks dari mempertahankan kenaikan harga," Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, dilansir dari Reuters, Sabtu (8/2/2020).
Baca Juga: Virus Korona hingga Surplus Pasokan Diramal Tekan Harga Minyak 4 Bulan ke Depan
Harga telah turun sekitar seperlima persen sejak wabah virus di kota Wuhan China. Cina adalah importir minyak mentah terbesar di dunia, menerima sekitar 10 juta barel per hari pada 2019.