nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusia Ogah Kurangi Produksi, Harga Minyak Anjlok hingga 1%

Hairunnisa, Jurnalis · Sabtu 08 Februari 2020 08:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 08 320 2165282 rusia-ogah-kurangi-produksi-harga-minyak-anjlok-hingga-1-YJd6CT3fzE.jpg Harga Minyak (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Harga minyak turun 1% pada karena Rusia menyatakan perlu lebih banyak waktu untuk mengurangi produksi karena masih dicari oleh produsen besar. Sementara wabah virus korona membuat kekhawatiran tentang permintaan minyak mentah global.

Harga minyak mencatat penurunan mingguan kelima berturut-turut, karena spekulan mundur karena permintaan yang lebih rendah dan hambatan permintaan karena mewabahnya virus Corona.

Hal ini membuat harga minyak mentah Brent kehilangan 46 sen atau 0,8% menjadi USD54,47 per barel. Brent merosot 6,3% untuk minggu ini.

Baca Juga: Ramalan IMF: Puncak Permintaan Minyak Global Terjadi di 2040

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 63 sen atau 1,2%, menjadi menetap di USF50,32 per barel. Kontrak pembelian menurun 2,4% untuk minggu ini.

"Kurangnya komitmen Rusia untuk kesepakatan seperti memberikan satu elemen bearish tambahan yang saat ini menghalangi kompleks dari mempertahankan kenaikan harga," Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, dilansir dari Reuters, Sabtu (8/2/2020).

Baca Juga: Virus Korona hingga Surplus Pasokan Diramal Tekan Harga Minyak 4 Bulan ke Depan

Harga telah turun sekitar seperlima persen sejak wabah virus di kota Wuhan China. Cina adalah importir minyak mentah terbesar di dunia, menerima sekitar 10 juta barel per hari pada 2019.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan Moskow membutuhkan lebih banyak waktu untuk menilai situasi saat ini. Novak memperkirakan permintaan minyak global akan turun 150.000 hingga 200.000 barel per hari (bph) pada tahun 2020 sebagian karena virus.

Kelompok OPEC + tahun ini memperdalam pemotongan produksi menjadi sekitar 1,7 juta barel per hari atau hampir 2% dari permintaan global. Hal ini pun akan dibahas dalam pertemuan produsen minyak yang tergabung dalam OPEC +, di Wina pada 5-6 Maret.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini