Kasino Catat Rugi Rp35 Miliar per Hari Akibat Virus Korona

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 320 2166078 kasino-catat-rugi-rp35-miliar-per-hari-akibat-virus-korona-paLg2iqcSY.jpg Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Wynn Resorts, perusahaan yang mengoperasikan hotel dan kasino untuk warga kelas atas mencatat kerugian sebesar USD2,6 juta atau Rp35 miliar (Kurs Rp13.711/USD) per harinya akibat penutupan sektor bisnisnya di Macau karena penyebaran wabah virus korona.

Sebagai yang diketahui, beberapa bisnis besar hingga kecil di China mendapat pukulan besar akibat penyebaran virus korona, yang kini telah menginfeksi lebih dari 31 ribu orang dan menewaskan 636 orang.

Selain 40 kasino lainnya di Macau, Mynn Macau dan Wynn Palace juga dipastikan akan ditutup sementara. Walau hotel dan restoran masih dibuka guna melayani beberapa tamu yang tersisa.

Baca Juga: Imbas Virus Korona, DBS Pangkas Proyeksi Ekonomi Singapura ke 0,9%

Dengan penghentian pengoperasian kasino-kasino mewahnya, Wynn Resort menanggung kerugian sekitar USD2,4 juta atau Rp32 miliar hingga USD2,6 juta atau Rp35 miliar per harinya.

Sebagian kerugian yang dialami Wynn Resorts terletak pada pembayaran para karyawannya yang berjumlah lebih dari 31 ribu. CEO Wynn Resorts menegaskan, perusahaan akan berfokus pada kesehatan dan keselamatan karyawannya.

“Saya ingin memuji pemerintah Macau dan China atas tindakan tegas yang mereka ambil untuk menangani virus korona," ungkap CEO Wynn Resorts Matt Madox, seperti dilansir Forbes, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Baca Juga: Wabah Virus Korona, Simak 7 Potret di Kawasan Ekonomi China

Kerugian yang dialami Wynn Resorts ini belum dapat dipastikan sampai kapan. “Saya tidak dapat memperkirakan kapan pengoperasian kasino akan kembali normal,” kata Maddox.

Penyebaran virus korona membuat saham Wynn Resorts anjlok hampir 4% pada Jumat (7/2/2020) lalu. Sejauh ini sudah turun lebih dari 10% semenjak tahun 2020.

Meski demikian, Maddox yakin perusahaannya memiliki kondisi finansial yang cukup baik sehingga mampu menahan kerugian akibat virus korona.

"Kami memiliki banyak likuiditas. Kami juga memiliki beberapa miliar dolar ketersediaan antara uang tunai dan revolver di Macau. Itu lebih dari cukup untuk bertahan selama periode penutupan,” katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini