nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Arab Saudi Bantu Digitalisasi Nelayan dan Petani RI

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 13:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 10 320 2166104 arab-saudi-bantu-digitalisasi-nelayan-dan-petani-ri-dMDvWisG1j.jpg MoU Bayarind Artha Internusa dengan Indonesia Mecca Tower. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bekerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi terkait peningkatan produktivitas komoditas pertanian dan nelayan melalui sistem digitalisasi. Lewat kerjasama ini, Arab Saudi menggelontorkan dana investasi Rp1,45 Triliun

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, tujuan kerja sama ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di Indonesia. Dengan sistem digitalisasi mampu menciptakan market place bagi petani dan nelayan di Indonesia.

Baca Juga: Arab Saudi Gelontorkan Dana Rp1,45 Triliun untuk Petani dan Nelayan RI

Menurut Suharso, langkah ini juga sebagai cara untuk merealisasikan RPJMN 2020-2024 untuk proyek prioritas strategis penguatan jaminan usaha serta 350 korporasi petani dan nelayan. Salah satu proyek yang dijalankan di dalam major project tersebut mencakup pendirian badan usaha, dukungan pembiayaan, produksi dan penanganan pasca panen serta pemasaran komoditas pangan atau pertanian.

Baca Juga: Ke Australia, Presiden Jokowi Akan Jadikan Canberra Inspirasi Pembangunan Ibu Kota Baru

“Cara kerja sistem digitalisasi mampu menjangkau jumlah petani dan nelayan, jadi kerja sama ini juga sesuai arahan bapak presiden agar petani dan nelayan keangkat ekonominya,” ujarnya di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (10/2/2020)

Menurut Suharso, upaya tersebut tidak hanya berhenti sampai di sini. Sebab, pemerintah bahkan mencari negara-negara lain agar mau bekerjasama. Saat ini sudah ada beberapa negara yang bekerjasama dengan pemerintah termasuk juga lembaga multilateral dunia seperti Bank Dunia, ADB dan sebagainya.

“Banyak negara juga yang telah kami ajak kerja sama seperti Australia, Denmark, Jepang, China dan beberapa negara lainnya karena beda-beda bentuknya,” ucapnya.

Bahkan, tidak mungkin kerjasama yang dicari nanti mencakup sektor-sektor lainnya yang memiliki potensi besar seperti industri halal. Hanya saja untuk saat ini kerjasama untuk industri halal dengan Arab Saudi belum dilakukan

“Khusus RPJMN ini tidak ada industri halal, khusus bagi petani dan nelayan saja karena sementara yang tercatat baru itu,” ucapnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini