Habiskan Rp240 Miliar, Jembatan Sei Alalak Rampung Akhir 2020

Irene, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 470 2165997 habiskan-rp240-miliar-jembatan-sei-alalak-rampung-akhir-2020-IoegDVxP32.jpeg Jembatan (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang merampungkan pembangunan Jembatan Sei Alalak. Jembatan ini nantinya akan menghubungkan Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Melansir laman resmi PUPR, Senin (10/2/2020), bentang utama Jembatan Sei Alalak ini dirancang dengan menggunakan cable-stayed dan struktur jembatan lengkung dan pertama di Indonesia. Konstruksinya sendiri akan ditargetkan rampung lebih cepat yaitu pada akhir tahun 2020.

Baca juga: Proyek Tumbang Samba, Jembatan Terpanjang di Lintas Tengah Kalimantan

Percepatan perampungan konstruksi ini dapat terlaksana karena seluruh aspek konstruksi dapat dikerjakan dengan lancar. Terutama pembebasan lahan yang sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala.

Sementara itu, seperti yang dipaparkan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Budi Harimawan Semihardjo, saat ini progres konstruksi jembatan telah memasuki tahap pengecoran pilon yang nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan bentang utama sepanjang 300 meter. Jembatan ini memiliki lebar 20 meter yang berisi 4 jalur dua arah. Adapun panjang total jembatan ini termasuk oprit adalah 850 meter.

Baca juga: Anies Baswedan Jalan-Jalan ke Jembatan Instagramable di Jakarta Utara

Jembatan ini didesain untuk dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton, lebih kuat dari struktur jembatan lama Kayu Tangi 1 yang berasal dari rangka baja kelas B dengan kemampuan menahan beban kurang 8 ton. Selain tahan gempa, jembatan ini memiliki masa layang hingga 100 tahun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengharapkan jembatan ini akan mendukung kegiatan ekonomi kawasan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Sehingga, nantinya aka mempercepat transportasi logistik.

“Semakin terhubungnya Lintas Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena di sekitarnya terdapat perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” ujar Menteri Basuki.

Proyek pembangunan Jembatan Sei Alalak ini menelan biaya setidaknya Rp278 miliar dengan menggunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Jembatan Sei Alalak ini nantinya diharapkan akan menjadi ikon baru Kota Banjarmasin.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini