nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Bawang Putih Mahal, KPPU: Impor Harus Berjalan Normal

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 13 Februari 2020 19:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 13 320 2168077 harga-bawang-putih-mahal-kppu-impor-harus-berjalan-normal-5rYab8kw9l.jpg Bawang Putih (Okezone)

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta pemerintah untuk tidak mempersulit proses importasi bawang putih. Hal itu seiring importasi bawang putih saat ini terjadi hambatan dan menyebabkan supply-demand bawang putih kerap tak seimbang.

Seperti diketahui, tahun 2019 lalu, impor bawang putih baru masuk ke Indonesia mulai bulan April.

 Baca juga: Pemerintah Buka Keran Impor Bawang Putih, dari China?

Komisioner KPPU Guntur Saragih menyebut, pemasukan pasokan bawang putih, harus dilakukan secara reguler karena kebutuhan di dalam negeri sudah jelas dan harus dipenuhi.

"Dari hasil penelusuran KPPU, kebutuhan bawang putih selama Januari-Mei 2019 dipenuhi dari pasokan sisa 2018. Hal itu menyebabkan harga selama lima bulan bergejolak," ujar dia di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Menurut dia, tahun ini, rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) baru diterbitkan Kementan pada bulan Februari penimbunan stok oleh importir.

 Baca juga: Terlanjur Impor dari China, Hewan Wajib Dikembalikan atau Dimusnahkan

"Belum ada dugaan kami soal tahan stok. Tapi kami mendorong pemerintah untk tidak menahan-nahan impor. Kalau sudah memenuhi syarat, kenapa harus ditahan?" ungkap dia.

Dia menjelaskan, apabila pemerintah tertib dalam menerbitkan rekomendasi dan izin impor, maka alur masuknya komoditas bawang putih ke Indonesia akan lancar.

"Hal tersebut bermanfaat untuk memperkecil celah oknum untuk melakukan penimbunan stok dan harga akan tetap stabil," kata dia.

 Baca juga: Fakta Impor dari China Disetop, Dampak Virus Korona

Dia menambahkan pihaknya memahami, salah satu syarat agar importir bisa mendapakan rekomendasi dan izin impor dengan melakukan wajib tanam bawang putih terlebih dahulu. Tetapi, kewajiban tersebut telah diubah melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2019 sehingga rekomendasi dan izin impor bisa diterbitkan sebelum wajib tanam dilakukan.

"Karena itu, proses impor bawang putih tahun ini harus bisa berjalan normal dan tidak lagi menimbulkan kegaduhan," tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) bawang putih sebanyak 62.000 ton. Sekretaris Jenderal Kemendag Oke Nurwan memastikan, komoditas itu akan segera masuk ke Indonesia.

Dia menyatakan, izin impor itu diterbitkan berdasarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) Kementerian Pertanian untuk 103 ribu ton bawang putih. Namun, hingga saat ini hanya 62.000 ton yang dapat disetujui.

Oke bilang, SPI diberikan kepada importir yang telah memenuhi persyaratan dari pemerintah pusat. Sementara, sisanya masih harus memenuhi kelengkapan persyaratan sebelum mendapatkan perizinan impor.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini