Belum Bayar Denda, BEI Suspensi 19 Saham

Irene, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 278 2169788 belum-bayar-denda-bei-suspensi-19-saham-KfMhdt0UEW.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia melakukan perpanjangan dan penghentian sementara (suspensi) terhadap setidaknya 19 Saham. Penghentian ini menyusul belum dibayarkannya pembayaran pokok dan denda oleh perusahaan terkait.

Penghentian sementara oleh BEI ini merujuk pada dua peraturan bursa. Peraturan pertama adalah mengatur tentang biaya pencatatan saham tahunan yang wajib dibayarkan di muka oleh perusahaan terkait.

"Merujuk pada ketentuan VII.4.2. Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat, diatur bahwa Biaya Pencatatan Saham Tahunan wajib dibayar di muka oleh Perusahaan Tercatat untuk masa 12 (dua belas) bulan terhitung sejak Januari hingga Desember dan diterima oleh Bursa (good fund) di rekening bank Bursa paling lambat pada Hari Bursa terakhir pada bulan Januari," tulis BEI dalam keterbukaan informasinya seperti dikutip Okezone, Jakarta, Senin (17/2/2020)

Baca juga: Turun Signifikan, BEI Setop Perdagangan Saham MTPS

Peraturan kedua yang menjadi rujukan BEI melanjutkan penghentian sementara perdagangan 19 saham adalah tentang sanksi denda. Jika perusahaan terkait yang tidak membayar denda maka Bursa berhak melakukan suspensi terhadap perdagangan saham perusahaan terkait.

"Mengacu pada butir II.3 Peraturan Nomor I-H tentang Sanksi, dalam hal Perusahaan Tercatat dikenakan sanksi denda oleh Bursa, maka denda tersebut wajib disetor ke rekening Bursa selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari kalender terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh Bursa. Apabila Perusahaan Tercatat yang bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut di atas, maka Bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan saham Perusahaan Tercatat di Pasar Reguler sampai dengan dipenuhinya kewajiban pembayaran biaya pencatatan tahunan dan denda tersebut," tulis BEI dalam poin kedua keterbukaan informasinya.

 Baca juga: Harga Merosot, BEI Suspensi Saham ENVY

Per tanggal 15 Februari 2020, terdapat setidaknya 19 perusahaan yang tidak melakukan pembayaran pokok dan denda ALF 2020. Oleh karenanya, Bursa Efek Indonesia kemudian melakukan penghentian sementara kepada saham perusahaan tersebut.

"Berdasarkan catatan Bursa, hingga tanggal 15 Februari 2020 yang merupakan batas akhir pembayaran pokok dan denda ALF 2020 terdapat 19 (sembilan belas) Perusahaan Tercatat yang belum melakukan pembayaran secara penuh,"

Berikut 7 saham Perusahaan Tercatat yang dihentikan sementara perdagangan efeknya.

1. PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)

2. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)

3. PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)

4. PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)

5. PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)

6. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM)

7. PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)

Berikut daftar saham yang diperpanjang suspensinya oleh Bursa Efek Indonesia.

1. PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)

2. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL)

3. PT Cakra Mineral Tbk (CKRA)

4. PT Golden Plantation Tbk

5. PT Panasia Indo Resources Tbk (HDTX)

6. PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)

7. PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)

8. PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)

9. PT Hanson International Tbk (MYRX)

10. PT SMR Utama Tbk (SMRU)

11. PT Sugih Energy Tbk (SUGI)

12. PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)

Perpanjangan penghentian sementara dan suspensi 19 perusahaan tercatat ini dimulai sejak sesi I perdagangan efek hari ini Senin (17/2/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini