Share

Sektor Migas hanya Sumbang USD810 Juta, Ekspor RI di Januari Lesu

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 320 2169711 sektor-migas-hanya-sumbang-usd810-juta-ekspor-ri-di-januari-lesu-MNfKcXHODm.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka ekspor 2020 mencapai USD13,41 miliar pada Januari 2020. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya (Month to Month/MtM) sebesar 7,15% yang mencapai USD14,45 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, turunnya ekspor migas dikarenakan lesunya ekspor migas di Januari 2020. Berdasarkan data BPS, ekspor migas pada Januari 2020 hanya mencapai USD810 juta atau turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD1,2 miliar.

Adapun rinciannya adalah ekspor hasil minyak turun 3,45% menjadi USD168,9 juta. Sedangkan ekspor minyak mentah turun 83,29% menjadi USD32,9 juta dan ekspor gas yang turun 20,41% menjadi USD604,1 juta.

Baca Juga: Dampak Virus Korona Belum Berpengaruh pada Neraca Perdagangan RI di Awal Tahun

Sementara itu, secara volume, lesunya ekspor di awal 2020 disebabkan oleh penurunan volume ekspor pada sektor non migas sekitar 8,41% dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, volume ekspor non migas turun sekitar 8%.

"Ini terjadi karena penurunan ekspor nilai minyak mentah hasil minya dan gas turun dibanding des 2019," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Menurut Kecuk, penurunan ekspor pada sektor migas ini disebabkan oleh harga minyak mentah yang juga turun pada periode Desember hingga Januari. Pada Desember 2019 harga minyak berada di angka USD67,18 per barel, turun menjadi USD65,38 per barel di Januari 2020.

Baca Juga: Neraca Dagang Januari 2020 Diprediksi Surplus USD67 Juta

"Selama Desember sampai Januari 2020 tentu banyak perkembangan harga terjadi misalnya harga minyak mentah Indonesia selama Desember 2019 ke Januari 2020 mengalami penurunan 2,68%," jelasnya.

Sementara itu, secara rata-rata harga agregat ekspor Indonesia total pada Januari meningkat 2,07% dibandingkan bulan sebelumnya. Demikian juga jika dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya yang naik 4,87%.

Rata-rata harga ekspor non migas Januari 2020 naik 3,38% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara rata-rata harga ekspor migas justru menurun 9,28% dengan rata-rata harga ekspor hasil minyak turun 4,92%.

Sementara rata-rata harga ekspor gas juga mengalami penurunan masing-masing 4,92% dan 7,07%. Termasuk juga pada harga rata-rata ekspor minyak mentah yang turun 7,53%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini