nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Dagangan Masih Defisit, Ini Kata BI

Vania Halim, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 04:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 18 20 2170363 neraca-dagangan-masih-defisit-ini-kata-bi-1sUihQg8cx.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Neraca perdagangan nonmigas pada Januari 2020 tercatat surplus USD0,32 miliar yang menurun dari bulan sebelumnya yaitu USD0,94 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan impor nonmigas yaitu impor barang konsumsi dan barang modal seperti kendaraan dan bagiannya.

Sementara itu, kinerja nonmigas tidak kuat, terutama karena ekspor komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati serta komoditas bijih, kerak, dan abu logam menurun. Sedangkan untuk komoditas logam mulia, perhiasan atau permata serta besi dan dan baja melonjak dengan permintaan global.

Defisit neraca perdagangan migas didorong oleh menurunnya ekspor migas, walaupun impor migas lebih rendah dari sebelumnya. Defisit neraca perdagangan migas pada bulan Januari 2020 meningkat disebabkan kinerja ekspor migas menurun yaitu minyak mentah dan gas, serta impor migas menurun dalam bentuk hasil minyak dan gas.

Sebelumnya, neraca perdagangan Indonesia Januari 2020 tercatat defisit USD0,86 miliar meningkat daripada bulan sebelumnya senilai USD0,06 miliar.

Bank Indonesia (BI) menilai defisit neraca perdagangan pada awal tahun ini dipengaruhi menurunnya surplus neraca perdagangan nonmigas akibat kenaikan impor barang konsumsi dan barang modal untuk kegiatan produktif, di tengah kinerja ekspor nonmigas yang belum kuat sejalan dengan kondisi global yang belum kuat.

Baca Selengkapnya: Defisit Neraca Perdagangan Januari 2020, BI: Impor Barang Konsumsi dan Modal Naik

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini